Headline

Opini

PADANG

Sports

Partai Demokrat Ditantang Oleh Rakyat Untuk Menjadi Oposisi, Pengamat: Bisa Konsisten atau Tidak?

          Partai Demokrat Ditantang Oleh Rakyat Untuk Menjadi Oposisi, Pengamat: Bisa Konsisten atau Tidak?
Ketum Partai Demokrat Mayor Inf. Purn. H. Agus Harimurti Yudhoyono, M.Sc., M.P.A., M.A dan Ketua Fraksi Partai Demokrat Ibas Yudhoyono.
BENTENGSUMBAR.COM - Partai Demokrat kembali menegaskan bahwa posisinya akan terus berpihak pada rakyat. Hal itu disampaikan pada ulang tahun ke-20 berdirinya partai Demokrat, di Jakarta Convention Centre, Kamis 9 September 2021.

Pengamat politik Institute for Digital Democracy (IDD) Bambang Arianto, turut memberikan komentar. Menurutnya, sangat apresiatif pada tema HUT ke-20 Partai Demokrat yaitu “Demokrat Berkoalisi dengan Rakyat”.

"Tema tersebut bisa dimaknai bahwa partai Demokrat ingin menunjukan selalu berada ditengah rakyat dan akan siap membela kepentingan rakyat. Cuma masalahnya sikap ini bisa konsisten atau tidak?" ungkapnya kepada BentengSumbar.com, Jumat, 10 September 2021.

Pasalnya, berada ditengah rakyat artinya harus selalu responsif terhadap berbagai permasalahan yang dihadapi oleh rakyat tanpa pandang bulu, termasuk saat pandemi Covid-19 ini.

Ketika ada kebijakan yang tidak memihak pada rakyat, Partai Demokrat harus berani bersuara lantang untuk menentang kebijakan tersebut.

"Meski dalam sistem pemerintahan kita tidak mengenal namanya oposisi, karena kita bukan sistem parlementer. Tapi ya paling tidak, sikap politik dari Demokrat harus berani menyatakan diri sebagai partai oposisi dan menjadi saluran suara rakyat. Artinya, rakyat saat ini menantang partai Demokrat untuk menjadi oposisi," ungkapnya.

Pasalnya, rakyat saat ini sangat membutuhkan partai yang benar-benar berani mengawal setiap persoalan riil yang dihadapi rakyat, bukan partai yang menyatakan oposisi sejati tapi berjalan setengah hati.

Bila partai Demokrat bisa konsisten terus berada dijalur oposisi, tentu ini akan menutupi semua luka lama Demokrat. Artinya, ini juga dapat memberikan nilai elektoral bagi Demokrat ketika berkontestasi pada pemilu 2024 mendatang. 

"Bukan tidak mungkin, sikap oposan ini bisa mengantarkan Demokrat menjadi tiga besar dalam Pemilu 2024 mendatang," pungkasnya. 

Laporan: Zamri Yahya
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...