PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Puan Maharani Salut dengan Talenta Rafli Setiawan, Atlet Esport Termuda di PON

          Puan Maharani Salut dengan Talenta Rafli Setiawan, Atlet Esport Termuda di PON
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua DPR RI Dr. (H.C.) Puan Maharani menyampaikan rasa salutnya pada atlet-atlet muda Indonesia yang bertanding pada Pekan Olahraga NAsional (PON) XX di Papua. Secara spesifik, Puan menyampaikan rasa bangganya untuk atlet termuda pada cabang olahraga Esport, Rafli Setiawan.

Puan memandang bahwa kiprah Rafli bisa menjadi inspirasi bagi anak-anak seusianya untuk terus maju dan berjuang meski perjalanan ke depan sangat berat. "Selama Pandemi Covid-19 ini, anak-anak lah yang paling terkena dampaknya. Mereka tidak bisa belajar, bermain, beraktivitas sesuai usianya. Kiprah Rafli adalah inspirasi," ujar Puan dalam keterangan tertulisnya.

Puan merasa bahwa semangat yang dibawa oleh Rafli bisa ditularkan pada generasinya agar terus berjuang untuk mengejar potensi terbaik mereka. Politisi PDI Perjuangan itu percaya pasti ada jalan jika ada semangat untuk berjuang.

Terlebih, lanjut Puan, Rafli juga memulai perjalannya sebagai atlet tanpa diduga. Dari laporan yang diterima Puan, Rafli mulai bermain Free Fire, game yang ikuti pada PON XX, karena melihat temannya bermain game tersebut.

Dari bermain bersama teman satu lingkungannya, dia mengikuti pertandingan offline di komunitas Free Fire. Dari sana, Rafli pun memantapkan diri untuk mengambil peran sebagai rusher atau penyerang di dalam tim permainannya.

"Rafli baru berusia 13 tahun ketika mengikuti PON XX tahun ini. Di usia yang sangat muda telah mendulang prestasi yang begitu besar dan membanggakan," ujar Alumnus UI tersebut.

Puan merasa semangat Rafli ini sebaiknya dicontoh oleh generasinya. Setelah pandemi Covid-19 ini, anak-anak harus pintar-pintar memanfaatkan situasi untuk mampu menuai prestasi. Walau pun sekolah tatap muka dan berbagai aktivitasnya tidak dapat dilakukan, berbagai upaya tetap harus dilaksanakan.

“Anak zaman sekarang bisa seperti Rafli, mulai menggali prestasi dari mengupayakan dari hal-hal kecil di lingkungan sekitar. Misalnya, dengan menjadikan waktu bermain bersama teman sebagai tempat menggali potensi diri. Itu sangat bermanfaat,” ujar Puan.

Puan merasa bahwa untuk generasi muda ini, kesempatan seharusnya sangat banyak sekali. Apalagi, era digital membuat segala sesuatunya mungkin. “Kita bayangkan saja, dahulu mana mungkin terpikir bahwa akan ada cabang olahraga game online yang masuk dalam kompetisi nasional, bahkan internasional. Sekarang ada, dan tidak terduga sekali bahwa anak-anak muda sudah bisa mengikutinya,” kata Puan.

“Ini jadi contoh bahwa peluang bagi generasi muda terbuka lebar sekali. Siapa pun bisa menjadi apa saja, asal mau mendobrak batasan. Semangat dan kemauan keras itu lah yang harus diingat sebagai pemacu untuk maju,” ujar Puan.

Selain mengungkapkan rasa bangganya untuk Rafli, Puan juga menyampaikan rasa salutnya pada kedua orang tua atlet cilik itu. Pasalnya, mereka memberi jalan pada Rafli untuk mengembangkan potensinya, meski pun bakat itu tidak datang dari bidang yang umum.

“Di balik kesuksesan anak-anak, ada orang tua yang tangguh untuk memperjuangkan kebebasan anaknya dalam meraih potensi terbaik mereka. Ini sangat amat harus dihargai, karena tanpa dukungan orang tua, pengembangan potensi anak sangat sulit dilakukan,” ucap Puan.

Puan mengimbau agar di masa pandemi ini orang tua semakin jeli dalam melihat bakat-bakat terbaik buah hati mereka. Selain itu, orang tua tentunya juga harus lebih bersabar dalam membimbing anak-anak untuk dapat mengubah keterbatasan yang mereka miliki untuk menjadi peluang yang menuai kehebatan.

Puan memahami bahwa banyak juga keterbatasan yang dialami orang tua karena tantangan pandemi yang lebih berat. Bagaimana pun, sudah menjadi tanggung jawab orang tua untuk mendidik anak mereka menemukan potensi terbaiknya dan mengasah untuk menjadi bekal dalam kehidupan. Puan yakin bahwa semua masih bisa dilakukan dengan perlahan dan sesuai dengan waktunya masing-masing.

“Saya yakin masih ada masa depan gemilang untuk anak-anak generasi yang masih sangat muda ini. Tantangan pandemi kita lewati bersama, dengan sabar dan semangat. Jalan itu pasti akan selalu ada asalkan diusahakan. Dengan kebersamaan, kita saling bahu membahu menciptakan ruang belajar bagi anak-anak,” ujar Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...