Headline

Opini

PADANG

Sports

Ruhut Sitompul Beri Peringatkan Keras Kepada Pihak yang Sebarkan Kabar Megawati Sakit

          Ruhut Sitompul Beri Peringatkan Keras Kepada Pihak yang Sebarkan Kabar Megawati Sakit
BENTENGSUMBAR.COM - Kabar Ketua Umum DPP PDIP, Megawati Soekarnoputri selalu menjadi perhatian publik.

Kini, Megawati malah dihinggapi kabar berita bohong.

Dengan kabar yang beredar di media sosial, Megawati disebut tengah mendapat perawatan di rumah sakit.

Menurut narasi kabar tersebut, Megawati disebut terkena stroke.

Politisi PDI Perjuangan, Ruhut Sitompul mengajak para lawan politik untuk bersaing secara sportif.

Pernyataan Ruhut menyusul beredarnya kabar yang menyebutkan Ketua Umum PDI Perjuangan Megawati Soekarnoputri sedang terbaring sakit.

Ruhut merasa geram dengan pihak yang menyebarkan kabar itu.

Sebab, menurutnya, kondisi Megawati kini baik-baik saja.

"Mari Kita semua melakukan Persaingan secara Sempurna, tolong jgn lakukan Hoax yg menyesatkan dgn mengatakan Ibu Megawati Soekarnoputri Presiden RI ke 5 Ketua Umum PDI Perjuangan Sakit. Penjelasan Sekjen PDI Perjuangan Mas Hasto tegas Beliau Sehat," tulis Ruhut Sitompul di Twitter, Kamis, 9 September 2021.

Penjelasan resmi Sekjend PDI Perjuangan

Sekretaris Jenderal PDI Perjuangan Hasto Kristiyanto bereaksi atas beredarnya kabar yang menyebutkan bahwa Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri sedang dalam kondisi sakit. Hasto membantah isu tersebut.

Sebelumnya, sempat beredar informasi yang menyebut kondisi Megawati sedang kritis.

Hasto menegaskan, Megawati dalam keadaan sehat dan energik.

Menurut dia, Megawati masih memberikan arahan terkait program partai, pada Rabu, 8 September 2021 malam.

"Pagi ini pun ketika saya menghadap Beliau, Ibu Mega juga terus mencermati situasional terkait pandemi dan juga politik internasional," kata Hasto dikutip dari Kompas.com, Kamis, 9 September 2021.

Hasto menuturkan, Megawati memiliki tradisi hidup sehat secara jasmani dan rohani.

"Jadi yang berulang kali melempar hoaks Ibu Mega sakit, itu sama sekali tidak sesuai dengan kenyataan yang ada," ujar Hasto.

Hasto mengatakan, seluruh kader PDI-P akan menghadapi serangan fitnah dan hoaks yang ditujukan ke partai dan Megawati dengan penuh kesabaran serta keyakinan.

Ia mengatakan, serangan tersebut tidak akan menggoyahkan karakter partai dalam berpolitik.

"Seluruh gerak kemanusiaan dan kerakyatan Partai tidak terpengaruh oleh berbagai fitnah dan hoaks," ucap Hasto. Adapun, isu Megawati jatuh sakit dan tengah dirawat di rumah sakit beredar di media sosial.

Peluang Megawati di Pilpres 2024
Ketua Umum PDI Perjuangan, Megawati Soekarnoputri dinilai masih berpeluang besar memenangi kontestasi Pilpres 2024 mendatang, jika ia maju menjadi capres.

Apalagi Megawati adalah pemegang hak prerogatif atau tiket pencalonan di Pilpres 2024, sebagaimana hasil Kongres V PDI-P di Bali tahun 2019 lalu.

Sebagai pemegang tiket di pilpres, Megawati punya peluang besar untuk maju dan memenangi kontestasi 2024 mendatang dimana tidak ada calon dari incumbent.

Hal itu dikatakan Direktur Promega Centre, Mochtar Mohammad, Senin (7/6/2021) malam.

“PDI Perjuangan memiliki 128 kursi di DPR RI, sedangkan syarat untuk tiket pilpres atau presidensial threshold adalah 115 kursi atau 20 persen dari jumlah kursi di DPR RI. Artinya, PDI Perjuangan adalah satu-satunya partai yang sudah siap tiket di Pilpres,” kata Mochtar Mohammad.

Sebagaimana diketahui, berdasarkan hasil konsinyering dan kesepakatan bersama Komisi II DPR RI, Pemerintah, KPU, Bawaslu, dan DKPP, pemungutan suara pileg dan pilpres dilaksanakan pada 28 Februari 2024.

Tahapan mulai dilakukan 25 bulan sebelum pemungutan suara, yakni Maret 2022.

Mochtar menyampaikan beberapa alasan kuat kenapa Megawati masih berpeluang untuk majudi Pilpres 2024.

Pertama, selain karena Megawati merupakan pemegang tiket pencalonan sebagaimana amanat kongres, beliau adalah figur sentral di PDI Perjuangan.

"Kedua, beliau berpengalaman menjadi Presiden dan berhasil mengatasi krisis ekonomi dampak dari krisis ekonomi tahun 1998," katanya.

Ketiga, saat ini konsolidasi organisasi PDI Perjuangan hampir rampung, dimana DPC seluruh kabupaten/kota, Pimpinan Anak Cabang (PAC/Kecamatan) dan Pengurus Ranting (tingkat desa/kelurahan) seluruh Indonesia selesai.

Sementara Pengurus Anak Ranting (tingkat RW/Dusun) 60 persen selesai.

"Dan saat ini partai yang paling disiplin organisasi adalah PDI Perjuangan," katanya.

“Dengan majunya Ibu Megawati, akan mempercepat proses konsolidasi organisasi yang pada gilirannya akan meningkatkan perolehan kursi PDI Perjuangan di semua tingkatan. Sebab, dengan majunya Ibu Megawati semangat gotong-royong kader akan semakin massif dan militan, seperti terjadi di Pemilu 1999,” kata deklatator pasangan Mega-Prabowo di Pilpres 2009 ini.

Alasan keempat, kata Mochtar, Megawati bersama dengan Presiden Joko Widodo punya potensi untuk menggalang koalisi besar.

"Karena posisi sekarang partai-partai besar berada dalam satu barisan di koalisi pendukung pemerintah," katanya. (Tribun Sumsel)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...