Headline

Opini

PADANG

Sports

Sudah Lebih 200 Kasus Kekerasan di Papua, Ketua DPR RI Singgung Kemanan dan Stabilitas Jelang PON XX

          Sudah Lebih 200 Kasus Kekerasan di Papua, Ketua DPR RI Singgung Kemanan dan Stabilitas Jelang  PON XX

Sudah Lebih 200 Kasus Kekerasan di Papua, Ketua DPR RI Singgung Kemanan dan Stabilitas Jelang  PON XX
BENTENGSUMBAR.COM - Kamis lalu, publik dikejutkan dengan gugurnya empat anggota TNI seusai diserang oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) Papua.


Penyerangan yang dilakukan pada dini hari tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIT, di Pos Rayon Militer (Posramil) Kisor, Kampung Kisor, Distrik Aifat Selatan Kabupaten Maybrat, Papua Barat.


Bukan hanya menewaskan 4 orang prajurit, namun juga dua orang prajurit lainnya mengalami luka serius akibat bacokan benda tajam.


Keempat jenazah disebut akan diterbangkan ke kampung halaman masing-masing. Adapun dua personel lainnya mengalami luka berat, yaitu Sertu Juliano dan Pratu Ikbal.


Jenazah empat personel TNI yang gugur berada di Markas Korem 181/PVT di Kota Sorong, kemarin (2/9/2021) jam 23.00 WIT.


Kepala Penerangan Korem 181/PVT, Mayor (Inf) Puguh Prandono mengatakan jenazah sedang disemayamkan dan akan segera diterbangkan ke kampung halamannya masing-masing.


Pangdam XVIII/Kasuari, Mayjen I Nyoman Cantiasa diagendakan akan melepas keempat jenazah dari Bandara Sorong.


"Rencananya Pangdam akan mengantar jenazah ke bandara sekitar jam 12.00 WIT," kata Puguh.


Sementara itu, Panglima Kodam XVIII/Kasuari, Mayor Jenderal TNI I Nyoman Cantiasa mengatakan dugaan sementara pelaku penyerang Pos Koramil Persiapan Kisor Distrik Aifat Selatan, Kabupaten Maybrat, adalah Kelompok Separatis Teroris (KST) yang berseberangan ideologi dengan NKRI.


Ia menyatakan telah memerintahkan komandan Korem 181/PVT Sorong selaku komandan Komando Pelaksana Operasi untuk mengejar dan mendapatkan anggota-anggota KST itu dalam keadaan apapun. 


"Saya sudah perintahkan Komandan Kolakops, Korem 181/PVT untuk mengerahkan personel gabungan melakukan pengejaran hingga menangkap kelompok itu," ujarnya.


Jumlah kekerasan di Papua


UGM melakukan penelitian terkait kekerasan di Papua. Dari hasil penelitian UGM, diketahui sejak rentang waktu 2010 hingga 2020 telah terjadi 204 kasus kekerasan di Papua.


Peneliti di Gugus Tugas Papua UGM Gabriel Lele menjelaskan tim UGM menemukan 204 tindak kekerasan di Provinsi Papua dan Papua Barat selama 2010 sampai Mei 2020. Dari kasus kekerasan itu, lebih dari setengahnya dilakukan oleh Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).


Gabriel menjabarkan lewat penelusuran di lapangan dan riset media lokal, tim UGM menemukan sebagian besar kasus kekerasan yakni 118 kasus dilakukan oleh KKB. Sementara itu 42 kasus oleh warga, 28 kasus oleh TNI-Polri, dan 16 kasus oleh orang tak dikenal.


Gabriel merinci bahwa kasus kekerasan itu mengakibatkan 1.869 orang menjadi korban. Dari angka tersebut, 356 orang meninggal dunia.


Dari 356 orang meninggal ini 250 orang adalah warga sipil, 46 personel TNI, 34 polisi, dan 26 anggota KKB. Gabriel menjabarkan bahwa dari rincian itu diketahui 70 persen korban meninggal dunia adalah warga sipil.


Gabriel memaparkan di tahun 2017, korban mencapai jumlah terbanyak yakni 635 orang. Adapun pada 2019, korban jiwa mencapai angka tertinggi yakni 250 orang. Sebagian besar daerah yang mengalami tindak kekerasan di wilayah pegunungan Papua, dengan kasus tertinggi di Kabupaten Puncak Jaya, Mimika, dan Nduga.


Gabriel menuturkan jika dari riset UGM menunjukkan jika 64 persen motif tindakan kekerasan terkait gerakan separatis. Selain itu, ada motif politik pada 11 persen kasus, balas dendam 10 persen, pemerkosaan dan ekonomi masing-masing dua persen.


"Pemerintah telah menempuh sejumlah pendekatan agar kekerasan di Papua tak terulang. Pendekatan keamanan secara tradisional seperti mengerahkan pasukan tak lagi jadi pilihan. Tapi pendekatan yang menjawab kebutuhan masyarakat agar bisa berubah. Kesehatan, pendidikan, ekonomi diperbaiki," ungkap dosen Fisipol UGM ini.


Menanggapi hal itu, Ketua DPR Puan Maharani meminta pemerintah dan aparat keamanan mengusut tuntas insiden penyerangan Pos Koramil Kisor, Maybrat, Papua Barat. Penyerangan yang diduga dilakukan anggota kelompok kriminal bersenjata (KKB) tersebut, menyebabkan empat prajurit TNI Angkatan Darat (AD) gugur.


“Saya meminta pemerintah dan aparat keamanan segera mengusut tuntas dan menangani insiden ini,” tegas Puan.


Puan menyampaikan belasungkawa mendalam kepada keluarga empat anggota TNI yang gugur dalam tugas. “Ini duka bagi seluruh bangsa Indonesia. Saya ikut berbelasungkawa mendalam untuk keluarga para prajurit TNI yang gugur saat bertugas di Distrik Aifat,” kata Puan.


Puan mendorong pengusutan dan penanganan insiden tersebut mencakup pula identifikasi persoalan dan pencegahan yang menyeluruh agar kejadian serupa tak terulang apalagi meluas.


“Jangan sampai rakyat dan prajurit-prajurit kita terus menjadi korban, sehingga istri dan anak-anak mereka harus kehilangan suami dan ayah,” ujar Puan.


Menurutnya, keamanan dan stabilitas di Papua dan Papua Barat harus terus menjadi prioritas, apalagi sebentar lagi ada hajatan Pekan Olahraga Nasional (PON) XX Papua 2021. Puan mengatakan pembangunan yang merata hanya akan bisa terwujud dan dinikmati manfaatnya oleh rakyat apabila stabilitas dan keamanan lebih dulu terjadi.


Laporan: Mela

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...