PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Bikin Geger! Ceramah Ustaz Malaysia Sebut Muslim Indonesia Diperkosa dan Dianiaya Suku Dayak

          Bikin Geger! Ceramah Ustaz Malaysia Sebut Muslim Indonesia Diperkosa dan Dianiaya Suku Dayak
Ceramah Ustaz Syakir Nasoha (YouTube Ar Rahman TV). Ceramah Ustaz Malaysia Sebut Muslim Indonesia Diperkosa dan Dianiaya Suku Dayak.
BENTENGSUMBAR.COM - Belakangan ini, ceramah yang diberikan oleh ustaz asal Malaysia, Syakir Nasoha viral dan menjadi sorotan di kalangan warganet karena menuai kontroversi.

Dalam tayangan YouTube Ar Rahman TV, Ustaz Syakir memberikan ceramah yang diduga berisi beberapa pernyataan fitnah pada penganut non-muslim seperti Hindu dan Buddha. 

Syakir mengingatkan pada umat Islam soal bahaya dan hal-hal buruk yang dilakukan non-muslim di negara lain.

Terselip pula komentar liar sang ustaz mengenai komunitas Dayak dan Papua Nugini memperkosa dan membantai Muslim di Indonesia.

"Siape yang bunuh orang Indonesia? Papua Nugini, orang Dayak, sampai mati-matian anak orang Islam kite yang perempuan dirogol (perkosa) yang laki-laki disembelih," sebut Ustaz Syakir.

Dilansir dari laporan The Sun Daily, Jumat (8/10/2021) ada tiga ribu laporan polisi yang masuk dan diajukan di seluruh negara untuk segera mengambil tindakan tegas pada Ustaz Syakir terkait isu panas tersebut.

Menanggapi kehebohan berita ini, akhirnya Ustaz Syakir angkat bicara. Ia mengatakan bahwa unggahan ceramah di YouTube pada 5 Oktober 2021 lalu adalah ceramahnya pada bulan Desember 2017 yang diedit sehingga menyebabkan kesalahpahaman karena menjadi di luar konteks sesungguhnya.

Ustaz Syakir juga menegaskan bahwa ceramahnya itu hanya untuk kalangan muslim dan tak pernah ia meminta ceramah tersebut direkam atau disebarkan.

"Saya hanya berceramah apa yang dituliskan Al-Qur'an dan tak bermaksud mengkritik agama lain. Ceramah ini tidak dapat dipahami hanya dengan melihat satu video saja. Kami sebagai Muslim membutuhkan waktu bertahun-tahun untuk mempelajari islam," kata Ustaz Syakir dikutip dari Malaysian Insight.

Ia juga menambahkan bahwa banyak orang salah mengartikan sebutan Kafir yang selalu dimaksudkan dengan orang-orang non-muslim di Arab, terlepas dari rasnya.

"Mungkin mereka mengira kafir itu artinya orang jahat," pungkasnya.

Dalam video tersebut ia menyakinkan bahwa ia sama sekali tidak menentang agama atau ras lain dan bahkan meminta bantuan dari China dan India pada waktu-waktu tertentu.

Lebih lanjut, ia mengatakan bahwa Islam tak pernah melarang umatnya melakukan kerja sama maupun bisnis dengan agama juga ras lain.

Sumber: Paragram
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...