PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Dosen UI Sebut Ada Indkasi Komunis Menyusup di RI, DS: Pantas Universitas Indonesia Gak Maju-maju

          Dosen UI Sebut Ada Indkasi Komunis Menyusup di RI, DS: Pantas Universitas Indonesia Gak Maju-maju
BENTENGSUMBAR.COM – Ucapan Dosen Senior Universitas Indonesia Taufik Bahaudin terkait adanya indikasi komunis yang menyusup masuk ke Indonesia, mendapat tanggapan dari penggiat media sosial, Denny Siregar.

Taufik sebelumnya mengungkapkan bahwa ada Indikasi Komunis yang sedang menyusup di berbagai lini dengan indikasi mengubah berbagai peraturan atau undang-undang seperti RUU HIP/BPIP.

Hal itu disampaikan Taufik Bahaudin lewat channel YouTube Realita TV Rahma Sarita dikutip via keuangannews.

“BPIP mengadakan lomba penulisan tema hukum menghormati bendera pada Hari Santri itu hanya kamulfase yang diindikasikan dijalankan komunis,” jelasnya.

Kata Taufik, tema lomba penulisan Hari Santri yang diadakan BPIP sebelum diganti memunculkan adu domba.

“Komunis itu sukanya adu domba,” ungkap Taufik.

Menjelang peristiwa 65, kata Taufik, PKI menyusup di tentara.

“Harusnya TNI tidak bisa disusupi PKI karena tentara dari rakyat,” jelas Taufik.

Kata Taufik, komunis gaya baru tidak menggunakan isu kemiskinan dan kerakyatan tapi mengubah peraturan atau undang-undang.

“RUU HIP atau BPIP diduga bisa menganulir TAP MPRS No XXV Tahun 1966 tentang pelarangan komunisme dan ajarannya,” jelasnya.

Taufik mengatakan, komunis gaya baru menyasar kalangan anak muda untuk memanipulasi peristiwa G30S/PKI.

“Komunis gaya baru menghilangkan sejarah pemberontakan komunis Madiun 1948 dan menuntut permintaan maaf negara terhadap PKI,” papar Taufik.

Ia khawatir infrastruktur yang berasal dari utang China diambil alih negara Tirai Bambu.

“Infrastruktur utang dari China bisa diambil China,” jelasnya.

Pernyataan sang dosen pun mendapat banyak tanggapan netizen di media sosial.

Akun @tantelienda menyampaikan keraguannya apakah Taufik Baharuddin adalah benar dosen Universitas Indonesia.

“Saya kok meragukan ybs dosen. Klo dosen pada umumnya pasti keluar daftar publikasi di google scholar, ato data di pangkalan data dikti. Ini googling nama bliau kok yg keluar malah berita kampanye prabowo-sandi Wajah dengan air mata bahagia,” tulis tantelienda.

Penggiat media sosial, Denny Siregar, menilai Universitas Indonesia tidak maju-maju seperti universitas di negara lain karena dosennya seperti Taufik Bahauddin.

“Pantas @univ_indonesia gak maju2 dibandingkan universitas negara lain, lha wong dosen seniornya kayak gini,” tulis dia lagi.

“Coba dia suruh tunjuk satu saja. siapa PKI nya dimana alamatnya dan siapa namanya.ex PKI sdh tidak ada kalau ex HTI FPI banyak dan masih aktiv tinggal menunggu komando imam djumbo,” tulis akun @CappucinoNdeso. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...