PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Geleng-geleng Lihat Kinerja Puan Selama Pandemi

          Geleng-geleng Lihat Kinerja Puan Selama Pandemi
BENTENGSUMBAR.COM - Pandemi membuat semua orang bekerja keras untuk mengatasinya. Mulai dari pemerintah hingga masyarakat. Salah satu sosok yang getol untuk mengatasi pandemi adalah Ketua DPR RI, Puan Maharani.

Sosok ini dinilai tak kenal lelah untuk rakyat agar terbebas dari dampak pandemi. Mulai dari pekerjaan sampai vaksinasi.

Seperti halnya ketika karyawan takut tidak diberikan THR pada Hari Raya. Puan dengan tegas meminta pemerintah mengawasi dan memastikan perusahaan membayar tunjangan hari raya (THR) para pekerja atau buruh jelang Hari Raya Idulfitri.

Puan mengatakan pembayaran THR kali ini berbeda karena ada sejumlah pelonggaran akibat pandemi Covid-19. Namun, ia mengatakan pembayaran THR tetap wajib dilakukan perusahaan.

"Pemerintah harus aktif mengawasi supaya perusahaan memenuhi kewajiban membayar THR pada para pekerja," kata Puan.

Ketua DPP PDIP itu meminta perusahaan membayar penuh THR tahun ini. Dia juga meminta THR diberikan tepat waktu sesuai aturan pemerintah.

Puan mengaku prihatin terhadap kondisi para pekerja selama pandemi Covid-19. Dia menyebut banyak pekerja yang dirumahkan hingga terimbas pemutusan hubungan kerja (PHK).

Ia memastikan parlemen akan selalu memerhatikan aspirasi buruh. Di saat yang sama, Puan berharap perusahaan memberikan hak-hak pekerja secara penuh.

"Kami ingin perekonomian Indonesia bangkit dan para pekerja Indonesia sejahtera," tutur Puan.

Tak hanya itu, Puan juga memperhatikan anak-anak yang terdampak akibat pandemi. 

Ia memberi perhatian khusus terhadap perlindungan anak-anak yang kehilangan orang tua akibat keganasan Covid-19. 

Menurutnya, pemerintah harus memiliki data khusus terkait anak-anak kurang beruntung tersebut untuk kemudian memberikan perlidungan kepada mereka.

“Hingga saat ini, saya belum melihat adanya data khusus terkait anak-anak Indonesia yang kehilangan orangtua mereka karena Covid-19. Kita perlu data tersebut sebagai langkah untuk memberi perlindungan,” kata Puan.

Data tersebut, kata Puan, sangat diperlukan untuk memastikan negara hadir memberikan perlindungan yang tepat terhadap anak-anak yang kehilangan ortu karena pandemi Covid-19. Perlindungan tersebut mulai dari santunan sampai pengasuhan, tergantung kondisi sosial masing-masing anak. 

“Negara harus bertanggung jawab terhadap masa depan anak-anak Indonesia yang menjadi korban bencana kesehatan ini,” kata Puan.

Untuk jangka pendek, kata politisi PDI-Perjuangan ini, anak-anak yatim dan/atau piatu akibat Covid-19 ini harus segera mendapat pendampingan untuk pemulihan dampak psikologis akibat kehilangan orangtua mereka.

“Agar semangat hidup, semangat belajar mereka kembali lagi,” ujar ibu dari dua anak ini.

Lebih jauh, Puan meminta serapan anggaran pemerintah untuk penanganan Covid-19 juga digunakan untuk program-program perlindungan bagi anak-anak yatim dan/atau piatu akibat Covid-19. 

“Program perlindungan itu bisa dalam bentuk santunan, beasiswa atau bantuan belajar,” ujar Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR ini mengatakan, berbicara nasib anak-anak Indonesia hari ini adalah bicara nasib bangsa ke depan. 

“Kalau anak-anak Indonesia hari ini banyak yang putus sekolah dan depresi karena pandemi dan menjadi yatim piatu, bangsa ini yang akan menerima dampaknya dua puluh atau tiga puluh tahun ke depan,” ujar mantan Menko PMK ini.

Terbaru Puan juga mendorong terlaksananya percepatan vaksinasi di Bumi Cenderawasih. Ia meminta percepatan vaksinasi perlu dilakukan agar masyarakat Papua bisa lebih terjamin keselamatannya di masa pandemi Covid-19.

Dari laporan yang saya terima bahwa pencapaian vaksinasi di Papua ini masih rendah, baik dosis pertama maupun kedua,” kata Puan dalam kegiatan pengarahan kepada Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) se-Provinsi Papua di Kantor Gubernur Papua di Jayapura.

Dia memerinci dari jumlah penduduk Provinsi Papua kurang lebih 3,4 juta jiwa, pemerintah menargetkan vaksinasi terhadap 2.583.771 warga.

Namun, pencapaian vaksinasi di Papua untuk dosis pertama baru 22,62 persen dan dosis kedua 14,66 persen.

Data per 30 September lalu, total kasus Covid-19 di Provinsi Papua mencapai 33.705. Puan mendorong pemerintah daerah untuk segera mempercepat capaian vaksinasi Covid-19.

“Tentu saja dukungan dan dorongan dari semua pihak harus menjadi salah satu komitmen dari kita semua agar vaksinasi bisa berjalan dengan baik dan benar di seluruh wilayah Papua,” ucap Puan.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...