Kecelakaan LRT, Puan Maharani Minta Jaga Kepercayaan Masyarakat

BENTENGSUMBAR.COM - Masyarakat dihebohkan dengan adanya kecelakaan yang melibatkan dua rangkaian kereta Light Rail Transit (LRT). Menurut PT Industri Kereta Api (Persero) atau INKA kecelakaan itu disebabkan kesalahan manusia alias human error.

Senior Manager PKBL, CSR & Stakeholder Relationship PT INKA (Persero), Bambang Ramadhiarto menjelaskan penyebabnya karena petugas operator yang menjalankan rangkaian tidak menyalakan fungsi rem. 

Disampaikan oleh Bambang, semua sarana di LRT Train Set No. 29 di lintasan LRT dekat Harjamukti Cibubur bisa beroperasi dengan baik.

Namun, petugas operator yang melakukan gerak (dinamis) LRT diduga tidak menjalankan fungsi rem saat menata Trainset No. 29 menuju posisi stabling atau parkir.

“Kejadian ini menurut kami merupakan kecelakaan kerja pada saat proses uji gerak (dinamis) LRT di lintasannya. Uji dinamis sendiri merupakan kelanjutan dari proses produksi LRT yang dilakukan oleh PT INKA sebagai pabrikannya di Madiun," ujar Bambang.

Dia menjelaskan, pada saat pengujian, seluruh fungsi sarana LRT Trainset Nomor 29 di lintasan LRT dekat Harjakmukti Cibubur dalam kondisi yang baik. Adapun operator yang melakukan uji gerak (dinamis) LRT diduga tidak segera menjalankan fungsi pengereman saat hendak menata Trainset Nomor 29 tersebut menuju posisi stabling (parkir).

Menurutnya percobaan ini dilakukan sebelum LRT dibuka kepada masyarakat untuk kebutuhan transportasi pada tahun 2023 mendatang. Oleh karenanya, keseluruhan sistem LRT harus diuji mulai dari fungsi sarana/ keretanya, lintasannya, persinyalannya maupun fungsi-fungsi prasarana lainnya seperti di stasiun-stasiun pemberhentian dan perangkatnya harus terintegrasi.

Bambang mengatakan hal tersebut lantaran pada saat pengoperasiannya untuk publik, transportasi LRT Jabodebek ini merupakan kesatuan integrasi sistem yang akan berjalan secara otomatis. Yang mana, keretanya akan berjalan tanpa masinis (driverless). 

Ada korban

Polda Metro Jaya telah menerjunkan personel ke lokasi tabrakan kereta LRT Jabodebek di jalur Munjul Cibubur, Jakarta Timur, Senin siang. Kasubdit Gakkum Ditlantas Polda Metro Jaya Ajun Komisaris Besar Argo Wiyono mengatakan tim tersebut akan memastikan ada atau tidaknya korban jiwa dalam kecelakaan yang terjadi pada pukul 14.30 tadi. 

"Satu penumpang di dalam, awak kerjanya," ujar Argo saat dihubungi, Senin, 25 Oktober 2021. 

Argo mengatakan kasus ini masuk dalam kasus kecelakaan kerja. Pihak Direktorat Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya yang nanti akan menangani lebih lanjut. 

"Kami hanya bantu rescue," kata Argo.

Dari informasi yang beredar, terdapat tiga korban jiwa dalam peristiwa kecelakaan ini. Namun Argo enggan menjawab dan menyerahkan konfirmasi data tersebut ke pihak LRT Jabodebek. 

Dari foto yang beredar, kereta LRT Jabodebek bertabrakan hingga tumpang tindih. Tak beberapa lama setelah kejadian, bagian kereta yang tabrakan telah tertutup oleh terpal.

Hingga berita ini dibuat, belum ada keterangan resmi dari pihak manajemen LRT Jabodebek tentang kecelakaan yang terjadi dalam proses uji coba kereta itu.

Menanggapi hal itu, Puan Maharani meminta dilakukan investigasi menyeluruh untuk mengetahui penyebab kecelakaan tersebut.

"Keamanan dan keselamatan bertransportasi publik adalah hak masyarakat, karena itu masyarakat harus mengetahui penyebab kecelakaan dan sebaliknya regulator maupun operator harus bisa memulihkan dan menjaga kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik," kata Puan.

Menurut Puan menjaga kepercayaan publik penting dilakukan, khususnya LRT Jabodebek yang merupakan moda transportasi baru. Apalagi, menurut dia, pembangunan dan pengoperasian LRT Jabodebek yang mengalami kecelakaan saat uji coba dilakukan BUMN.

“Salah satu fungsi BUMN adalah menyelenggarakan kemanfaatan umum. Karena itu, kemanfaatan LRT Jabodebek ini harus bisa dirasakan masyarakat setelah kepercayaan masyarakat terhadap moda transportasi baru ini dipulihkan dan dijaga," ujarnya.

Puan berharap antusiasme dan kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek jangan sampai layu sebelum berkembang hanya karena satu kecelakaan saat uji coba. Dia mengatakan tidak ada cara lain untuk memulihkan kepercayaan masyarakat terhadap transportasi publik selain terus meningkatkan keselamatan dan keamanan warga negara sebagai pengguna. 

“Targetnya harus zero accident, apalagi LRT mempunyai jalur sendiri dan digembar-gemborkan menggunakan sistem dan teknologi canggih," katanya.

Puan menuturkan kepercayaan masyarakat terhadap LRT Jabodebek penting dijaga karena moda transportasi yang akan resmi beroperasi pertengahan tahun 2022 itu cukup diandalkan untuk mengurangi beban kemacetan Jakarta.

Menurut Puan Maharani LRT Jabodebek harus bisa mendorong pengguna kendaraan pribadi, khususnya warga komuter untuk menggunakan transportasi massal yang jauh lebih efektif tersebut. LRT Jabodebek, kata Puan, juga harus bisa menjadi kebanggaan bangsa karena merupakan hasil karya anak bangsa melalui kerja sama empat BUMN.

Laporan: Mela

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »