PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Ketua MUI Protes Hari Libur Maulid Nabi Digeser, Cendekiawan NU Ini Beri Balasan Menohok!

          Ketua MUI Protes Hari Libur Maulid Nabi Digeser, Cendekiawan NU Ini Beri Balasan Menohok!
BENTENGSUMBAR.COM - Intelektual Nahdatul Ulama (NU), Zuhairi Misrawi merespon pernyataan Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis yang menilai menunda hari libur Maulid Nabi sudah tidak relevan.

Zuhairi Misrawi mengatakan, perayaan maulid Nabi bukan soal harinya. Tetapi lebih dari itu untuk meneladani akhlak Nabi Muhammad SAW.

“Maulid Nabi itu bukan soal hari, tapi soal mewarisi akhlak Nabi,” kata Misrawi, di Twitternya, @zuhairimisrawi, Selasa, 12 Oktober 2021.

Misrawi tidak sepakat jika MUI mempermasalahkan hari Maulid Nabi yang diundur. Sebab Maulid Nabi itu bisa dirayakan sebulan penuh.

“Mestinya MUI suarakan soal pentingnya akhlak Nabi untuk membangun persaudaraan, bukan soal hari. Sebab Maulid Nabi itu dirayakan sebulan penuh, bahkan ada ulama yang menyatakan sepanjang tahun,” tuturnya.

Pemerintah menggeser hari libur Maulid Nabi dari 19 Oktober ke 20 Oktober 2021. Kebijakan ini diambil untuk mengantisipasi lonjakan baru COVID-19.

Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI), Cholil Nafis mengatakan, saat ini COVID-19 di tanah air berlahan makin membaik. Sehingga menggeser hari libur keagamaan dengan alasan pandemi, dinilai sudah tidak relevan.

“Saat WFH dan Covid-19 mulai reda bahkan hajatan nasional mulai normal sepertinya menggeser hari libur keagamaan dengan alasan agar tak banyak mobilitas liburan warga dan tidak berkerumun sudah tak relevan,” ujar Cholil Nafis di Twitter-nya, Senin, 11 Oktober 2021.

Kiai Cholil mengatakan, Indonesia memiliki banyak hari libur untuk menghormati hari besar kegamaan. Sehingga libur itu mengikuti hari besar keagamaan bukan hari kegamaan mengikuti hari libur.

“Jika ada penggeseran hari libur ke setelah atau sebelum HBK (hari besar keagamaan) berarti bonus karena kita memang selalu libur,” ujarnya.

“Suatu keputusan hukum yang landasannya karena darurat jika daruratnya sudan hilang maka hukumnya berubah ke hukum asalnya,” katanya lagi. (FIN)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...