Menjaga Persatuan Menjadi Kunci Bagi Bangsa untuk Menepis Berbagai Isu Miring

BENTENGSUMBAR.COM - Persatuan menjadi kunci suatu bangsa agar terhindar dari perpecahan. Apalagi kini banyak penyebab yang bisa membuat persatuan luntur. Mulai dari isu agama, ras sampai suku. 

Maka dari itu, persatuan bangsa menjadi pedoman agar terhindari dari isu - isu tersebut. 

Sama seperti yang dikatakan Ketua DPR RI, Puan Maharani. Ia menegaskan persatuan dan kerukunan bangsa tidak bersifat statis. Puan berharap persatuan dan kerukunan sepatutnya senantiasa dirawat dalam berbagai aspek kehidupan.

“Kita perlu sadar bahwa persatuan dan kesatuan itu bukan hal statis. Kita tidak boleh menganggap persatuan Indonesia akan terjadi sendiri. Persatuan harus terus dirawat dan ditumbuhkan dalam berbagai aspek kehidupan,” kata Puan.

Puan mengajak seluruh pemuka agama agar terus menyuarakan pentingnya persatuan bagi seluruh umat beragama. Selain itu, setiap pemuka agama pun harus mengingatkan umat beragama tentang pentingnya nilai-nilai gotong royong yang merupakan intisari Pancasila.

“Kita harus ingat, persatuan adalah bagian dari bangsa kita, bagian dari jati diri kita. Ini semboyan Bhinneka Tunggal Ika. Banyak negara mengagumi konsep Indonesia sebagai konsep yang diperlukan di negara mereka masing-masing,” ucap Puan.

Puan menyatakan sila ketiga Pancasila secara terang benderang berbunyi “Persatuan Indonesia”. Puan mengungkap Proklamator sekaligus Presiden pertama Soekarno sudah menegaskan bahwa Indonesia didirikan untuk semua golongan.

“Bung Karno (Soekarno) saat pertama berpidato tentang Pancasila pada 1 Juni 1945 sudah katakan, kita hendak dirikan negara buat semua, bukan untuk satu golongan, tetapi semua untuk semua,” kata politikus PDI Perjuangan tersebut.

Pada bagian lain, Puan menuturkan tenaga kesehatan hingga saat ini masih berjuang merawat pasien positif Covid-19. Puan mengajak seluruh komponen bangsa mendoakan masyarakat yang terpapar Covid-19 supaya segera sembuh.

“Kita turut doakan semua tenaga kesehatan yang berjuang di garis depan untuk melawan Covid-19. Mari kita terus jaga tanggung jawab kita dengan disiplin terapkan protokol kesehatan yaitu memakai masker, menjaga jarak, dan mencuci tangan dengan sabun,” ucap Puan.

Puan mengatakan berdasarkan data Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menunjukkan jumlah kasus positif Covid-19 mencapai di atas 89 juta kasus. Jumlah korban meninggal lebih dari 1,9 juta orang. Di Indonesia, angka kasus positif mencapai sekitar 856.000, dan korban meninggal lebih dari 24.000.

“Angka-angka tersebut menunjukkan Covid-19 tidak pandang bulu, tidak memandang apa agamanya, suku, warna kulit, dan pekerjaan. Covid-19 adalah musuh kita bersama. Untuk melawannya kita tidak boleh terpecah belah,” tegas Puan.

Terkini, saat Hari Sumpah Pemuda, Puan juga mengajak generasi muda Indonesia saat ini untuk tidak henti-hentinya berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan, yang semangatnya pertama kali dicetuskan dalam Sumpah Pemuda 28 Oktober 1928.

Puan meminta spirit bertanah air, berbangsa dan berbahasa satu yaitu Indonesia, yang digelorakan para pemuda nusantara 93 tahun lalu, juga menjadi spirit kaum muda bangsa saat ini.

“Spirit api Sumpah Pemuda tidak boleh padam, bahkan tidak boleh meredup sedikit pun. Untuk itu, generasi muda penerus masa depan bangsa, jangan pernah bosan untuk berbicara tentang kebhinekaan dan persatuan,” kata Puan.

Menurut Puan, ketika bangsa ini berhenti bicara tentang kebhinekaan yang menjadi sumber kekuatan dalam persatuan, maka pada saat itulah tunas-tunas perpecahan mulai tumbuh. “Sebaliknya saat kita terus merawat persatuan, maka Indonesia bisa akan terus maju,” tambah politisi PDI-Perjuangan ini.

Mantan Menko Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (PMK) ini mengingatkan bahwa keberagaman di Indonesia justru harus menjadi sumber kekuatan dan persatuan, bukan perpecahan. “Kebhinekaan di Indonesia kita lihat sebagai berkah, bukan sumber sumpah serapah,” tegas Puan.

Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR itu menambahkan, DPR sebagai representasi keterwakilan rakyat, akan jeli melihat setiap tantangan dalam upaya merawat persatuan Indonesia. DPR juga akan menjadi garda utama penjaga api semangat nasionalisme dan persatuan, dengan terus konsisten menyuarakan aspirasi-aspirasi rakyat dari Sabang sampai Merauke.

“Sebab seperti kata Bung Karno, bahwa sejak awal kita ingin mendirikan suatu negara semua buat semua. Bukan buat satu orang, bukan buat satu golongan, baik golongan bangsawan, maupun golongan yang kaya, tetapi semua buat semua. Kita mendirikan satu negara kebangsaan Indonesia,” tutup Puan.

Laporan: Mela

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »