PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Petinggi Partai Ummat Mundur Satu Per Satu, Di Antara Alasan Ada Feodalisme dan Dinasti Politik

          Petinggi Partai Ummat Mundur Satu Per Satu, Di Antara Alasan Ada Feodalisme dan Dinasti Politik
BENTENGSUMBAR.COM - Belum genap berusia setahun, satu per satu para petinggi Partai Ummat yang dideklarasikan Amien Rais mundur dari kepengurusan. Di antaranya, tokoh sentral Agung Mozin, kini Neno Warisman.

Melansir SURYA.co.id, salah satu petinggi Partai Ummat yang mengundurkan diri menyebutkan alasannya, yakni karena ada feodalisme dan nepotisme di dalam tubuh Partai Ummat.

Neno Warisman adalah orang ketiga yang mengundurkan diri. Di Partai Ummat, Neno menjabat sebagai Anggota Majelis Syuro Partai Ummat.

Sebelum Neno, ada nama Agung Mozin selaku pendiri partai dan Wakil Ketua DPW Partai Ummat Sumatera Barat H.M. Tauhid yang lebih dahulu mengundurkan diri.

Neno mengirimkan surat pengunduran diri melalui pesan WhatsApp yang ditujukan langsung kepada Amien Rais.

Terkait mundurnya Neno Warisman dibenarkan oleh Sekretaris Dewan Majelis Syuro Partai Ummat, Ustaz Sambo. Neno mundur per Jumat (1/10/2021) kemarin.

"Dia kirim WA (WhatsApp) ke kita kirim surat mudur karena mau fokus urus anaknya di Turki karena tidak bisa aktif jadi khawatir tidak bisa aktif fokus urus anaknya, jadi mundur," kata Sambo saat dikonfirmasi, Sabtu, 2 Oktober 2021.

Sambo mengungkapkan, pesan WA itu ditujukan langsung kepada Amien Rais. Sambo tak bisa melarang hak seseorang untuk mengambil keputusan.

"Cuma kita ada mekanisme, kita akan rapat majelis suro keputusannya di majelis syuro," katanya.

Sambo pun bicara soal langkah ke depan Partai Ummat tanpa Neno Warisman maupun Agung Mozin.

"Majelis Syuro kan sifatnya bukan bekerja tapi berpikir begitu. Jadi yang bekerja DPP kita memberi masukan-masukan yang bekerja DPP," tandasnya.

Sebelumnya, Wakil Ketua DPW Partai Ummat Sumatera Barat H.M. Tauhid juga menyatakan mundur dari kepengurusan Partai Ummat. 

Tauhid mengundurkan diri sehari setelah Agung Mozin, loyalis Amien Rais dan salah satu pendiri Partai Ummat yang menyatakan pengunduran diri.

Pengunduran Tauhid di Partai Ummat dikonfirmasi oleh Agung Mozin. Agung turut membagikan salinan surat pengunduran diri Tauhid di Partai berlogo bintang emas itu.

Surat pengunduran diri itu tertulis tanggal 27 Agustus 2021 dan dibubuhi tanda tangan di atas materai dan ditujukan kepada Ketua DPW Partai Ummat Sumatera Barat.

"Karena ikut berkhidmatnya saya dalam Partai Ummat ini salah satunya atas seruan dakwah beliau, bersama ini saya H.M. Tauhid Wakil Ketua DPW Partai Ummat Provinsi Sumatera Barat menyatakan berhenti sebagai pengurus dan anggota Partai Ummat," tulis Tauhid dalam surat pengunduran diri yang ditulis Jumat (27/8/2021).

Alasan Tauhid mundur dari partai itu, ia mengaku prihatin atas mundurnya Agung Mozin sebagai tokoh sentral dan penggagas pendirian partai. 

Padahal, Agung Mozin yang mengajak banyak orang untuk bergabung di partai ini.

Tauhid juga merasa prihatin atas dinamika internal partai yang menurutnya banyak terjadi sekat-sekat informasi dan komunikasi.

"Komunikasi elitis yang tidak mengedepankan akhlakul karimah, serta praktik feodalisme dan dinasti politik," ujarnya.

Dalam surat pengunduran dirinya, Tauhid turut menyinggung respons Sekretaris Syuro Partai Ummat, Ansufri Idrus Sambo.

Menurutnya, Sambo berperan dalam memutuskan dan menyatakan menerima pengunduran diri Agung Mozin melalui surat yang ditulis pada 26 Agustus 2021.

Tauhid menilai tindakan Sambo yang memutuskan menerima pengunduran diri itu patut diduga merupakan bentuk kesewenangan.

Sebab, Sambo dinilai tak mencerminkan akhlakul karimah tanpa adanya tabayyun, islah, ataupun konfirmasi dan klarifikasi.

Tak hanya itu, Tauhid juga merespons pernyataan Wakil Ketua Majelis Syuro Partai Ummat, Malam Sambat Kaban, dalam sebuah stasiun televisi swasta nasional. 

Dalam diskusi itu, Kaban mengaku tak mengetahui pengunduran diri Agung Mozin dari Partai Ummat.

Atas pernyataan Kaban, Tauhid menduga hal itu mempertegas lemahnya demokratisasi di tubuh internal Partai Ummat. 

"Pernyataan itu patut diduga memperjelas lemahnya demokratisasi di internal Partai Ummat," kata Tauhid.

Amien Rais angkat mantu sebagai Ketua Umum

Sebelumnya, Amien Rais resmi mendeklarasikan Partai Ummat pada Kamis (29/4/2021). Deklarasi tersebut disiarkan secara langsung di akun YouTube Amien Rais Official pada pukul 13.00 WIB.

Amien Rais tidak sendirian, ia didampingi para tokoh dalam acara deklarasi itu. Sebut saja, Neno Warisman, Ridho Rahmadi, Tasniem Rais hingga Ustaz Ansufri Idrus Sambo yang juga turut hadir pada deklarasi tersebut.

Acara dilanjutkan dengan pembacaan Pancasila oleh Tasniem Rais yang merupakan istri Ridho Rahmadi. Selanjutnya, Amien Rais pun naik ke panggung mendeklarasikan Partai Ummat.

“Bismillahirrahmanirrahim, saya deklarasikan kelahiran Partai Ummat di persada bumi pertiwi Indonesia yang kita cintai bersama,” ujar Amien Rais, membuka deklarasinya, Kamis (29/4).

“Kami Partai Ummat bersama anak bangsa lainnya insyaAllah akan bekerja, berjuang, dan berkorban apa saja untuk melawan kezaliman dan menegakkan keadilan," kata Amien Rais lagi.

Dia juga menegaskan bahwa untuk menegakkan keadilan dan melawan kezaliman dibutuhkan kesabaran, ketekunan dan ketangguhan. 

Lebih lanjut, Amien Rais meyakini bahwa Partai Ummat dapat memperbaiki kehidupan nasional terutama dalam berdemokrasi. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...