PILIHAN REDAKSI

Laporan Ditolak Polda Banten, LQ Indonesia Lawfirm Ragukan Komitmen Kepolisian Tindak Oknum Polisi Smackdown Mahasiswa

BENTENGSUMBAR.COM - LQ Indonesia Lawfirm yang sejak 3 minggu lalu menjadi pelopor adanya modus Oknum POLRI terutama di Fismonde...

Iklan Bank Nagari

Ruhut: Karena Terpojok dengan Tuduhan Rasis, Pigai Mulai Ngeles Ngajari Bahasa Indonesia

          Ruhut: Karena Terpojok dengan Tuduhan Rasis, Pigai Mulai Ngeles Ngajari Bahasa Indonesia
BENTENGSUMBAR.COM - Politisi PDIP Ruhut Sitompul menilai aktivis HAM Natalius Pigai mulai cari-cari alasan untuk mengelak dari tuduhan rasisme terkait cuitannya soal 'jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar'.

Hal tersebut disampaikan Ruhut mengomentari pernyataan Pigai bahwa cuitannya tidak rasis, karena tidak ada tanda baca koma (,) antara frasa Jawa Tengah dan Jokowi.

"Pigai sudah mulai terpojok dengan tuduhan rasisnya, mulai ngeles ngajari Bahasa Indonesia. Emangnya Kita tidak tau titik, koma, dan tanda petik," tulis Ruhut di akun Twitternya, seperti dilihat netralnews.com, Senin, 4 Oktober 2021.

Ruhut lantas meminta Mabes Polri untuk memproses hukum masalah ini supaya memberi pelajaran kepada Pigai. 

Pasalnya, menurut mantan politisi Partai Demokrat itu, bukan kali pertama Pigai membuat pernyataan demikian.

"Ingat Pigai, pernyataan-pernyataan seperti ini sering kau ucapkan, jadi tolong Mabes Polri sebagai Kamtibmas memberi Pigai pelajaran. Paten, MERDEKA," cuit Ruhut Sitompul.

Sebelumnya, Natalius Pigai melalui akun Twitter-nya pada Jumat (1/10/2021), mencuit soal Presiden Joko Widodo (Jokowi) dan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.

Natalius menulis 'jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi dan Ganjar'. Ia menyebut mereka telah merampok kekayaan Papua hingga menginjak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata bernada rasis.

"Jangan percaya orang Jawa Tengah Jokowi & Ganjar. Mereka merampok kekayaan kita, mereka bunuh rakyat Papua, injak-injak harga diri bangsa Papua dengan kata-kata rendahan Rasis, monyet & sampah," cuit @NataliusPigai2.

Untuk itu, Natalius menyerukan kepada rakyat Papua agar melawan ketidakadilan tersebut. "Kami bukan rendahan. Kita lawan ketidakadilan sampai titik darah penghabisan. Saya Penentang Ketidakadilan," tegasnya.

Gara-gara cuitan tersebut, banyak pihak menganggap bahwa Pigai menyampaikan pesan rasialisme. Tudingan itu dibantah Pigai. Ia mengatakan, cuitannya dipelintir.
Natalius menjelaskan, dalam tweet-nya yang viral itu tidak ada tanda baca koma (,) antara frasa Jawa Tengah dan Jokowi.

"Sudah mulai pelintir Coii. Biasa takut bongkar bongkar kenyamanan. Antara frasa “Jawa Tengah dan Jokowi itu tidak ada tanda koma (,). Silakan baca twitter awal," kata @NataliusPigai2, Sabtu (2/10/2021).

"Ingat Saya tidak akan mundur bongkar ketidakadilan!" tegas mantan Komisioner Komnas HAM itu. (Netralnews)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...