PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Suara Lantang Ferdinand Hutahaean: Anies Benar-benar Merusak Lingkungan dan Merusak Kawasan Monas

          Suara Lantang Ferdinand Hutahaean: Anies Benar-benar Merusak Lingkungan dan Merusak Kawasan Monas
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean lagi-lagi melayangkan kritik pedas kepada Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan. 

Kali ini, Ferdinand Hutahaean menuding Anies Baswedan merusak lingkungan dan merusak kawasan Monas.

Pria yang pernah memimpin Barisan Relawan Jokowi Presiden (Bara JP) ini mengaku heran dengan kebijakan Anies Baswedan.

Hal itu disampaikan Ferdinand Hutahaean melalui cuitan di akun twitter miliknya @FerdinandHaean3 pada Sabtu, 9 Oktober 2021, seperti dilihat BentengSumbar.com.

"Membaca keterangan ini membuat sy makin heran dgn kebijakan Anies. Pohon ditebang utk revitalisasi Monas? Lantas stlh ditebang, revitalisasi apa yg dilakukan? Nihil.! Anies benar2 merusak lingkungan dan merusak kawasan Monas. @aniesbaswedan @ArizaPatria," tegas pria yang akrab disapa FH ini sembari melampirkan link berita yang dimuat detikcom dengan judul "JakPro Luruskan Anggapan Penebangan Pohon di Monas Terkait Formula E".

Diberitakan detikcom, PT Jakarta Propertindo (Jakpro) menegaskan revitalisasi kawasan Monas yang dilakukan Pemprov DKI tak ada kaitannya dengan rencana Formula E di Monas yang kini batal. 

Jakpro menyebut penebangan pohon itu sudah dirancang DKI sebelum Formula E.

"Rencana revitalisasi Monas itu sudah dilakukan sebelum perencanaan Formula E. Jadi penebangan pohon tersebut sudah dirancang sebelum formula E," ujar Direktur Jakpro, Gunung Kartiko, kepada wartawan, Jumat, 8 Oktober 2021.

Soal proyek Pemprov DKI itu, revitalisasi Monas rencananya akan dibuat menjadi area terbuka. Desain revitalisasi Monas merupakan hasil sayembara pada awal tahun 2019.

Pembangunan sudah berlangsung sejak tahun 2019 dan ditargetkan selesai pada tahun 2021 mendatang.

Kepala Dinas Cipta Karya Tata Ruang dan Pertanahan (CKTRP), Heru Hermawanto, pernah mengatakan penghijauan akan dilakukan di beberapa sisi Monas lain. 

Sebanyak 190 pohon yang dipotong bisa diganti lebih dari 10 kali lipat.

Monas yang jadi gundul gegara proyek revitalisasi pun dikritik. Kini dikaitkan lagi dengan Formula E, apalagi venue ajang balap international itu kini batal di Monas.

JakPro pun menegaskan revitalisasi Monas tidak berkaitan dengan Formula E.

"Revitalisasi Monas itu tidak ada hubungannya dengan Formula E," ujar Gunung.

Gunung juga bicara soal opsi Formula E di Pulau Reklamasi. Dia mengatakan semua masih sebatas kajian.

"Semua masih menjadi alternatif, masih dikaji bersama nanti dengan FEO, pertimbangannya masih cukup banyak, jadi mohon bersabar dulu ya," kata Gunung. (by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...