PILIHAN REDAKSI

Ali Imron Pernah Minta Izin Ngebom Rumah Amien Rais, Denny Siregar: Harusnya Waktu Itu Jangan Ditangkap Dulu

BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial Denny Siregar angkat bicara mengenai pengakuan pelaku Bom Bali 1. Pasalnya, Ali Imron d...

Iklan Bank Nagari

Tanggapi Pernyataan Kadensus 88, MS Kaban: Berarti Ada yang Ingin Densus Tempel Teroris pada Islam

          Tanggapi Pernyataan Kadensus 88, MS Kaban: Berarti Ada yang Ingin Densus Tempel Teroris pada Islam
BENTENGSUMBAR.COM – Politisi Partai Ummat, MS Kaban menanggapi Kepala Densus 88, Irjen. Pol. Marthinus Hukom yang menegaskan bahwa dirinya tak mau menempelkan cap teroris kepada Islam.

MS Kaban berpendapat, pernyataan petinggi Marthinus itu berarti bahwa ada pihak yang ingin Densus 88 menempelkan cap teroris kepada Islam.

“’Saya tidak ingin menempelkan teroris pada islam’, kata petinggi Densus 88. ‘Saya tidak ingin’, catat kalimat ‘saya tidak ingin’,” katanya melalui akun Twitter MSKaban3 pada Kamis, 14 Oktober 2021.

“Berarti ada yang ingin Densus tempel teroris pada islam. Mana lebih kuat, yang tidak ingin dengan yang ingin. Faktanya isu teroris opini framming tend to islam,” tambahnya.

Sebelumnya, Kadensus 88 menegaskan bahwa dirinya sama sekali tak mau menempelkan istilah teroris kepada agama, termasuk Islam.

Ia menyampaikan hal itu dalam video berjudul “Kadensus 88 Polri Irjenpol Marthinus ‘Saya Tidak Ingin Menempelkan Teroris dengan Islam’” yang tayang di Karni Ilyas Club pada Kamis, 14 Oktober 2021.

Dalam video itu, Marthinus menanggapi pernyataan Wakil Ketua Umum Partai Gerindra dan anggota DPR, Fadli Zon yang mengusulkan agar Densus 88 Bubar karena mengeluarkan narasi Islamofobia.

“Saya menghindari menggunakan kata teroris yang beragama Islam. Karena apa? Dalam perspektif saya, saya tidak akan menggeser sedikit pun pernyataan atau istilah terorisme atau teroris ditempelkan dengan agama,” tegasnya.

Marthinus menjelaskan bahwa jika orang menempelkan cap teroris dengan Islam, maka itu berarti bahwa semua orang muslim telah distigma sebagai teroris.

Padahal, katanya, dalam berbagai kasus, ada juga para teroris yang beragama bukan Islam. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...