Tolak Rencana Tokoh Sekuler Turki Ataturk Jadi Nama Jalan di Jakarta, Dokter Eva: Tolong Hargai Perasaan Rakyat!!

BENTENGSUMBAR.COM - Nama Pendiri sekaligus Presiden pertama Republik Turki, Mustafa Kemal Ataturk diwacanakan menjadi nama jalan di daerah Menteng, Jakarta Pusat.

Penamaan jalan di Jakarta menggunakan nama Tokoh Sekuler Turki Mustafa Kemal Ataturk itu disebut sebagai timbal balik atas dijadikannya nama Presiden pertama Indonesia, Soekarno sebagai nama jalan di ibu kota Turki, Ankara, dengan nama 'Ahmet Soekarno'.

Rencana nama jalan dengan menggunakan nama Mustafa Kemal Ataturk itu membuat Ketua Dokter Indonesia Bersatu, Dokter Eva Sri Diana Chaniago menjadi geram.

Dokter Eva mengatakan Indonesia bukanlah negara milik sekelompok orang, melainkan milik masyarakat.

"Haloooo.. Negara ini milik rakyat, bukan sekelompok orang," tulis Dokter Eva, dikutip SeputarTangsel.Com dari akun Twitter @__Sridiana_3va, Sabtu, 16 Oktober 2021.

Lebih lanjut, Dokter Eva menolak dan meminta pemerintah untuk membatalkan rencana penggantian nama jalan di Jakarta dengan menggunakan nama Mustafa Kemal Ataturk.

Menurutnya, hal tersebut tidak perlu dilakukan untuk menghargai para pejuang Tanah Air yang telah berjuang memerdekakan Indonesia.

"Tolong hargai Pejuang Kami!! Tolong hargai Perasaan rakyat!!" ujarnya.

Selain itu, Dokter Eva menegaskan bahwa Indonesia tidak pernah mempunyai utang apapun terhadap Presiden Pertama Turki itu.

"Negara ini tidak pernah hutang apapun pada manusia ini," tegasnya.

Melansir Seputartangsel, sebelumnya, dalam sebuah acara Ngopi Virtual pada Jumat, 15 Oktober 2021, Duta Besar Republik Indonesia di Ankara, Muhammad Iqbal mengungkapkan telah membuat komitmen dengan Pemerintah Provinsi DKI Jakarta dan berencana mengganti nama jalan di Jakarta dengan nama Mustafa Kemal Ataturk.

Iqbal mengatakan peresmian nama jalan Mustafa Kemal Ataturk direncanakan ketika Presiden Turki Recep Tayyip Erdogan mengunjungi Indonesia pada tahun 2022 mendatang.

Sebagai informasi, kebijakan-kebijakan Mustafa Kemal Ataturk kerap bertentangan dengan kaidah Islam yang dianut oleh sebagian besar warga Turki.

Adapun beberapa kebijakan kontroversial Tokoh Sekuler Turki itu selama masa kepemimpinannya, seperti mengubah adzan ke bahasa Turki, pembubaran khalifah, mengubah Masjid Hagia Shopia menjadi museum, mencabut izin sekolah-sekolah agama, dan lainnya. (*)

Silakan baca konten menarik lainnya dari BentengSumbar.com di Google News
BERITA SEBELUMNYA
« Prev Post
BERITA BERIKUTNYA
Next Post »