PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Ferdinand Hutahaean: Berarti Fadli Zon Menuding Prabowo dan Sandiaga Pengkhianat Jadi Menteri di Rezim yang Curang

          Ferdinand Hutahaean: Berarti Fadli Zon Menuding Prabowo dan Sandiaga Pengkhianat Jadi Menteri di Rezim yang Curang
BENTENGSUMBAR.COM – Mantan politisi Partai Demokrat, Ferdinand Hutahaean (FH) mengomentari pernyataan lama Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon yang mengatakan adanya kecurangan di Pemilu 2019.

Ferdinand Hutahaean menafsirkan bahwa Fadli Zon berarti menuding pasang calon ketika itu, Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno berkhianat dan menjadi menteri di rezim yang curang.

Sabagaimana diketahui, Prabowo yang dalam Pemilu 2019 mencalonkan diri sebagai presiden, akhirnya bergabung dengan Pemerintahan Joko Widodo (Jokowi) menjadi Menteri Pertahanan (Menhan).

Tak lama, Sandiaga Uno yang mendampingi Prabowo sebagai calon wakil presiden juga akhirnya bergabung ketika diangkat menjadi Menteri Pariwisata dan ekonomi kreatif (Menparekraf).

“Bagi saya ini bermakna bahwa Prabowo dan Sandiaga Uno menjadi menteri di bawah pemerintahan yang dihasilkan dari kecurangan,” kata Ferdinand melalui akun Twitter pribadinya pada Senin, 1 November 2021.

“Berarti juga bahwa Fadli Zon menuding Prabowo dan Sandiaga pengkhianat jadi menteri di rejim yang curang. Ini luar biasa, kader menuding Ketum. Sayangnya Prabowo tak berani!” tambahnya.

Pada 2019 lalu, Fadli Zon menilai bahwa wacana agar Pemilu dipisah sesungguhnya tak perlu dan tak bermutu.

Ketika itu, ia pun menyarankan Komisi Pemilihan Umum berkonsentrasi saja mengamankan suara rakyat.

“Di negara yang sudah maju peradaban demokrasinya sebetulnya orang itu tak perlu saksi, tak perlu ada kejadian sengketa, kejadian ada salah input,” kata Fadli Zon pada Senin, 22 April 2019.

“Ini omong kosong, ini jelas sebuah kesengajaan, dan kecurangan yang terstruktur, masif, sistematis, dan brutal,” tambahnya.

Menurut Fadli Zon, Pemilu 2019 telah gagal menghadirkan Pemilu yang jujur dan adil.

Ia juga menuding terlalu banyak kecurangan sehingga tak berlebihan kalau dianggap pemilu terburuk sepanjang sejarah pemilu di Indonesia.

Fadli Zon menyinggung bahwa para saksi memiliki kinrja yang luar biasa dalam mengawal suara.

Namun, menurutnya, harusnya negara menjamin suara dan tak perlu dikawal sehingga harus ada kepercayaan.

“Pemilu ini adalah pemilu yang gagal,” kata Fadli Zon. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »