PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Geram Lihat Kades Dipersekusi Gegara Setop Ceramah Ustaz yang Hujat Jokowi, Eko Kuntadhi: Gak Jera Jadi Preman Berjubah!

          Geram Lihat Kades Dipersekusi Gegara Setop Ceramah Ustaz yang Hujat Jokowi, Eko Kuntadhi: Gak Jera Jadi Preman Berjubah!
BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial, Eko Kuntadhi menyesalkan tindakan sekelompok orang yang diduga melakukan persekusi terhadap Kepala Desa (Kades) Cimuncang, Kecamatan Malausma, Kabupaten Majalengka, Engkus Iyad Supriyadi.

Menurut informasi, persekusi tersebut merupakan buntut dari tindakan sang Kades yang pada peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW di desanya, Minggu (31/10/2021) malam, menyetop ceramah seorang ustaz asal Tasikmalaya bernama Dede Muksith Ali (Dede Momo).

Engkus menyetop ceramah Ustaz Dede Momo lantaran dianggap syarat muatan provokasi. Sang ustaz dalam ceramahnya disebut banyak menghujat pemerintahan Presiden Jokowi.

Menanggapi hal itu, Eko Kuntadhi mengapresiasi aksi sang Kades yang berani menyetop ceramah yang bermuatan provokasi tersebut.

"Di Majalengka, seorang kepala desa berani menghentikan ceramah ketika mimbar itu digunakan untuk memprovokasi umat. Untuk menyebar fitnah dan hoax. Untuk menumbuhkan kebencian pada pemerintah. Tapi ia sendiri. Gerombolan itu datang mempersekusi dirinya. Semoga ia teguh!" cuit Eko di akun Twitternya, Kamis, 4 November 2021.

Menurut Eko, kelompok massa itu datang dari Cianjur, yang disebut sebagai wilayah binaan Chep Heryawan, donatur ISIS. Ia juga menyebut bahwa sang kepala desa harus dibela.

"Gerombolan itu datang dari Cianjur. Kita tahu, Cianjur adalah salah satu wilayah binaan Chep Heryawan, donatur ISIS yang mengusahakan byk warga Indonesia ke Suriah. Kepala desa pemberani itu harus dibela. Jgn biarkan gerombolan ini bertindak semaunya," kata dia.

Sang penceramah, kata Eko, sangat menganggu keguyuban desa. Sebab desa tersebut belum lama menyelenggarakan Pilkades, sehingga suasana politik masih memanas. 

Hal itu juga yang membuat sang kades marah hingga menyetop ceramah sang ustaz.

"Tapi persekusi oleh gerombolan ex FPI kepada seorang warganegara memang keterlaluan. Gerombolan jenis ini gak pernah jera jadi preman berjubah," kata Eko.

Untuk diketahui, saat ini kasus tersebut telah diselesaikan secara kekeluargaan di Mapolres Majalengka. 

Kedua belah pihak, termasuk sang Kades mengakui perbuatannya, seperti yang beredar luas di media sosial.

"Alhamdulillah sudah saling memaafkan pihak kesatu dan pihak kedua," kata pelaku pembentak ustaz, Engkus.

Ia menyebut alasan dirinya membentak sang Ustaz Dede Muksith Ali (Dede Momo) dilakukannya secara spontan. (Era)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...