PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Jokowi Disalahkan karena Banyaknya TKA China di Indonesia, Luhut Akui Masih Minim SDM Berkompeten

          Jokowi Disalahkan karena Banyaknya TKA China di Indonesia, Luhut Akui Masih Minim SDM Berkompeten
Jokowi Disalahkan karena Banyaknya TKA China di Indonesia, Luhut Akui Masih Minim SDM Berkompeten
BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disalahkan akibat masih minimnya sumber daya manusia (SDM) di Indonesia yang berkompeten, sehingga banyak tenaga kerja asing (TKA) asal China yang masuk ke Tanah Air.

Banyaknya TKA asal China yang masuk ke Tanah Air itu diungkapkan langsung oleh Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves), Luhut Binsar Pandjaitan.

Luhut Binsar Pandjaitan mengungkapkan, saat ini banyak TKA asal China yang bekerja di dalam negeri, khususnya di bidang tambang dan smelter.

Pengamat politik Rocky Gerung mengatakan, hal ini merupakan dampak dari ketidakpedulian Jokowi terhadap pembentukan SDM di Indonesia.

"Benar logika pak Luhut, karena Presiden nggak peduli dengan pembentukan SDM kan. Kan dia ingin agar supaya infrastruktur itu langsung terlihat. Supaya langsung terlihat, maka cari orang yang memang sudah terlatih untuk membangun," kata Rocky Gerung, dikutip SeputarTangsel.Com dari kanal YouTube Rocky Gerung Official pada Minggu, 21 November 2021.

"Kan kita memang nggak punya tenaga, jadi dia undang dari China itu," lanjutnya.

Rocky Gerung menilai, seharusnya pemerintah lebih dulu memperhatikan pembangunan SDM dibandingkan dengan pembangunan infrastruktur.

Sayangnya menurut mantan Dosen Filsafat Universitas Indonesia itu, Jokowi hanya menginginkan hasil yang instan tanpa perlu perencanaan dan pembangunan bangsa.

"Kalau kita mau fair, mestinya kita bangun dulu SDM baru kita bangun infrastruktur. Tapi itu nggak mungkin terjadi karena Presiden Jokowi sendiri yang ingin segera memperlihatkan hasilnya tanpa perlu menunggu perencanaan dan pembangunan bangsa Indonesia," ujarnya.

Karenanya, Rocky pun menuturkan bahwa gagasan revolusi mental Jokowi hanyalah sebuah wacana.

Pasalnya, keinginan untuk membangun karakter dan kualitas SDM justru digantikan dengan mengimpor TKA asal China.

Meski begitu, salah seorang pendiri Setara Institute itu menegaskan bahwa tidak semua kegiatan tambang membutuhkan teknologi yang rumit.

Di antaranya yakni pembangunan turbin dan pemetaan, sehingga menurutnya masih bisa mempekerjakan para lulusan STM atau ahli geodesi asal Indonesia.

"Proyek itu yang bisa dikerjakan orang STM. Apa susahnya bikin turbin, lakukan pemetaan? Ahli-ahli geodesi kita di awal itu nggak perlu dari luar, mengoperasikan beco-beco itu hal yang sederhana," tegasnya.

"Ngangkut buldozer di atas truk, itu sopir Medan yang paling canggih. Nggak perlu sopir dari luar negeri," imbuhnya.

Menurut Rocky, meski pernyataan Luhut bersifat kontradiksi, tetapi kesalahan utama tetap terletak pada kebijakan Jokowi. (Seputartangsel)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...