PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Kejanggalan Formula E Dibongkar, DS: Ini yang Ditutup-tutupin KPK Masa Novel Baswedan

          Kejanggalan Formula E Dibongkar, DS: Ini yang Ditutup-tutupin KPK Masa Novel Baswedan
BENTENGSUMBAR.COM – Pegiat media sosial, Denny Siregar (DS) mengomentari soal kejanggalan Formula E yang kini mulai diusut oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK).

Denny Siregar mengatakan bahwa kejanggalan-kejanggalan inilah yang ditutup-tutupi oleh KPK di masa Novel Baswedan.

Sebagaimana diketahui, Novel Baswedan dan puluhan pegawai KPK lainnya yang tak lulu Tes Wawasan Kebangsaan (TWK) sudah dipecat dari KPK.

“Janggal emang Formula E ini. Ini yang ditutup-tutupin KPK masa Novel Baswedan,” kata Denny Siregar melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 7 November 2021.

“Padahal aroma busuknya kencang banget. Mudah-mudahan KPK sekarang lebih transparan dalam penyelidikannya,” tambahnya.

Denny Siregar membagikan pernyataannya itu bersama artikel Tempo yang mengulas lima fakta soal Formula E, termasuk kejanggalannya.

Kejanggalan itu disoroti oleh Juru bicara DPP PSI, Sigit Widodo dalam keterangan tertulisnya pada Jumat, 5 November 2021.

Ia mengatakan bahwa sejak awal, Partai Solidaritas Indonesia (PSI) sudah menolak penyelenggaraan Formula E itu.

Pasalnya, kata Sigit Widodo, banyak hal janggal di dalamnya, seperti tidak pernah ada rencana di dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) dan lokasi ajang balapan mobil listrik itu juga tidak jelas.

PSI juga menemukan kejanggalan terhadap komitmen biaya yang berubah-ubah dan juga tanda bukti pembayaran biaya Formula E yang tidak disampaikan kepada Dewan Perwakilan Rakyat Daerah atau DPRD DKI Jakarta.

“Awalnya dibilang perlu Rp 400 hingga Rp 500 miliar per tahun, lalu berubah jadi Rp 560 miliar untuk tiga tahun,” ungkap Sigit.

Oleh sebab itu, PSI berharap penyelidikan KPK bisa membuka semua hal yang menjadi tanda tanya pada rencana Formula E sehingga bisa mengedepankan asas praduga tidak bersalah.

“Tapi jika memang ada indikasi korupsi dalam kasus ini, KPK harus membukanya secara terang-benderang,” kata Sigit Widodo. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...