PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Patut Diacungi Jempol, Petani Milenial Melek Teknologi dan Gaungkan Petani Milenial, Ini Harapan Puan Maharani

          Patut Diacungi Jempol, Petani Milenial Melek Teknologi dan Gaungkan Petani Milenial, Ini Harapan Puan Maharani
Patut Diacungi Jempol, Petani Milenial Melek Teknologi dan Gaungkan Petani Milenial, Ini Harapan Puan Maharani
BENTENGSUMBAR.COM - Pekan ini Ketua DPR RI, Puan Maharani kembali menyapa rakyat lewat kunjungan kerja (kunker) ke sejumlah daerah. Dan Yogyakarta menjadi wilayah yang dikunjungi oleh pemimpin perempuan tersebut. 

Di sana, Puan melakukan kunker dengan mengenakan caping dan sepatu khas petani, Puan mendengar aspirasi dari petani milenial yang hadir, salah satunya Linggarsari Ayu.

Perempuan yang akrab disapa Ayu itu mengungkapkan, ia memilih menjadi petani karena ingin membantu orangtuanya yang sudah lanjut usia.

Meski hujan deras mengguyur, Puan ikut turun ke sawah untuk menanam padi bersama sejumlah perempuan petani di tengah lahan pertanian seluas 6 hektare.

“Saya hadir dengan fokus menanam padi, biarkan masyarakat nanti yang memanen. Selama ini orang banyak fokus pada panennya. Padahal proses sebelum bisa panen itu panjang dan dimulai dengan kita menanam,” ucap Puan.

“Saya harap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawahnya tidak dijual atau ditanami beton dijadikan di rumah,” sebut Ayu kepada Puan.

Menanggapi itu, Puan pun mendukung munculnya banyak petani milenial.

Dia menegaskan, Indonesia tidak bisa berdaulat pangan tanpa adanya petani.

Oleh karenanya, DPR RI terus memberi perhatian besar bagaimana upaya meningkatkan kesejahteraan petani.

“Sebab tangan mereka yang memberi makan kita semua. Kita perlu secara bergotong royong menghasilkan solusi-solusi lebih menyeluruh atas berbagai masalah klasik pertanian. Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya,” tutur Puan.

Dalam perbincangan dengan petani milenial itu, Puan menekankan pentingnya ekonomi pertanian digital yang sudah saatnya dilirik dan dikembangkan karena dapat membantu para petani.

Untuk itu, Puan memuji adanya aplikasi berbasis website sebagai marketplace kecil produk pertanian yang diinisiasi Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman.

Aplikasi tersebut merupakan wadah bagi petani dan calon pembeli bisa bertemu secara daring.

“Website itu contoh baik penggunaan teknologi untuk membantu para petani. Perlu diperbesar lagi jangkauannya dan diperlengkap fitur-fiturnya. Petani memang perlu melek teknologi,” puji politisi PDI-Perjuangan itu.

Melek teknologi dan petani milenial

Puan Maharani mendorong petani melek teknologi agar dapat meningkatkan produktivitas hasil pertanian. Jika produktivitas naik, kesejahteraan petani pun meningkat. Demikian disampaikan Puan saat melakukan kunjungan kerja ke area persawahan Sendangmulyo, Minggir, Sleman, DI Yogyakarta, Kamis, 11 November 2021.

Di area sawah seluas enam hektare itu, Puan ikut menanam padi bersama petani perempuan di tengah rintik hujan. Dalam dialog yang digelar setelahnya, Puan yang mengenakan caping dan sepatu khas petani mendengar aspirasi dari petani milenial yang hadir, salah satunya Linggarsari Ayu, yang  memilih menjadi petani karena ingin membantu orang tua yang sudah lanjut usia.

“Saya harap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawah tidak dijual atau ditanami beton dan dijadikan di rumah,” kata Linggarsari Ayu kepada Puan.

Puan pun mendukung munculnya banyak petani milenial. Ia menegaskan Indonesia tidak bisa berdaulat pangan tanpa petani. DPR memberi perhatian besar terhadap peningkatan kesejahteraan petani.

“Sebab tangan mereka yang memberi makan kita semua. Kita perlu secara bergotong royong menghasilkan solusi-solusi  menyeluruh atas berbagai masalah klasik pertanian. Seperti soal harga pupuk yang tinggi, harga jual dan harga beli, antisipasi gagal panen, dan sebagainya,” tutur Puan.

Dia juga menekankan pentingnya ekonomi pertanian digital yang sudah saatnya dilirik dan dikembangkan karena dapat membantu para petani. Untuk itu, Puan memuji keberadaan aplikasi berbasis website sebagai marketplace kecil produk pertanian yang diinisiasi Dinas Pertanian, Pangan, dan Perikanan Kabupaten Sleman. Aplikasi tersebut merupakan wadah bagi petani dan calon pembeli bisa bertemu secara daring. 

“Perlu diperbesar lagi jangkauannya dan diperlengkap fitur-fiturnya. Petani memang perlu melek teknologi,” ujar politisi PDI-Perjuangan itu.

Di akhir kegiatan, Puan memberikan bantuan bagi kelompok Pertanian Sendangmulyo, mulai dari  20 hand tractor, 20 pompa air, 1.000 bibit dan 100 paket sembako bagi para petani setempat.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...