PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Puan Maharani Pernah Bawa Oleh-oleh untuk Kemajuan Pendidikan Vokasi dari Korea Selatan

          Puan Maharani Pernah Bawa Oleh-oleh untuk Kemajuan Pendidikan Vokasi dari Korea Selatan
Puan Maharani Pernah Bawa Oleh-oleh untuk Kemajuan Pendidikan Vokasi dari Korea Selatan
BENTENGSUMBAR.COM - Banyak orang bertanya tentang kinerja puan maharani selama jadi Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan. Di antara banyak hal, salah satunya ia pernah membawa oleh-oleh dari Korea Selatan untuk memajukan pendidikan vokasi di Indonesia. 

Puan Maharani sempat meninjau sekolah pendidikan vokasi Korea Selatan Seoul Institute of Technology and Education (SITE) yang berlokasi di Seoul, yang dijadikan sebagai sebagai salah satu rujukan materi revitalisasi pendidikan vokasi di Indonesia.

Ketika itu, Puan berkesempatan melihat langsung bagaimana fasilitas dan proses pendidikan di SITE, yang meliputi pendidikan, pelatihan kuliner, permesinan, pertukangan, sampai pemograman aplikasi 3 dimensi.

Kala itu Puan menuturkan kalau Pemerintah Indonesia telah meluncurkan program Revitalisasi Vokasi Industri melalui model "link-and-match" antara SMK dan perusahaan industri dalam rangka revitalisasi sekolah vokasi. Program ini sendiri melibatkan sebanyak sebanyak 1.098 SMK dan sekitar 500 perusahaan industri di sektor tekstil dan garmen, otomotif, kimia, permesinan, furniture, dan lain-lain.

Di sisi lain, Indonesia sendiri memiliki kurang lebih 1.365 pendidikan kejuruan termasuk 262 politeknik. Tapi, dari jumlah tersebut baru 22 politeknik yang statusnya terakreditasi A. Karena itu lah pemerintah mulai melakukan revitalisasi terhadap 12 politeknik untuk menghasilkan 100 persen lulusan yang bersertifikat kompetensi. 

Terkait revitalisasinya sendiri mencakup program-program studi yang mendukung program pembangunan nasional, seperti pertanian dan pangan, energi, transportasi dan kemaritiman, pariwisata, hingga industri kreatif. 

Bagi yang belum tahu, SITE merupakan salah satu sekolah vokasi terbaik di Korea Selatan yang sampai saat ini sudah menyumbang peranan penting dalam memberikan jaminan kerja 100 persen bagi para mahasiswanya yang telah lulus. 

Selain itu, SITE juga telah membuat nota kesepahaman dengan Federasi Usaha Kecil dan Menengah Korea, yang merupakan rumah bagi 3,2 juta Usaha Kecil Menengah (UKM) untuk memperluas dan membangun infrastruktur ketenagakerjaan. 

Jika dibandingkan dengan Indonesia, kunci keberhasilan pendidikan dan pelatihan vokasional di Korea Selatan yakni terdapat  sinergi antara dunia usaha dan pemerintah, alhasil bisa dengan mudah merumuskan kurikulum dan model-model kursus yang diselenggarakan oleh lembaga vokasional. 

Pembelajaran Lainnya dari Korea Selatan 

Sebagai wakil rakyat, kunjungan Puan Maharani ke Korea Selatan tentu bukan hanya sekadar melakukan peninjauan saja. Lebih dari itu, dia juga pulang ke Indonesia dengan membawa pembelajaran yang didapatkan dari hasil kunjungannya ke tempat yang didatangi. 

Puan Maharani pulang membawa 'oleh-oleh berharga' yang nilainya lebih dari materi. Apakah itu? Oleh-oleh tersebut berupa ide, gagasan, model, hingga hal-hal bermanfaat. Semua itu kemudian diaplikasikan di Tanah Air, agar bisa memberikan dampak positif bagi orang banyak. 

Dengan kata lain, itu lah hal yang didapatkan Puan Maharani saat melakukan kunjungan ke beberapa tempat di luar negeri. Dia belajar, menimba ilmu, mencari informasi, sekaligus melakukan kerjasama yang menguntungkan bagi Indonesia. 

Adapun salah satu kerjasama yang pernah dilakukan Puan Maharani, salah satunya dalam pengelolaan IT, yang merupakan salah satu hal yang sangat penting dalam penyelenggaraan Asian Games 2018. Dia menjalin kerjasama dengan Sangyong Information and Communication Corporation (SICC). Kerjasama dengan SICC ini dirasa menjadi pilihan yang tepat, sebab sistem informasi dapat terintegrasi dengan baik. Mulai dari scoring digital sampai bagaimana penyajian dan penyebaran hasil yang cepat dan akurat.

Melalui kerjasama tersebut, Puan juga berharap  dapat menjadi momentum untuk transfer keilmuan dalam bidang IT bagi perusahaan IT lokal yang ada di Indonesia, sehingga kedepannya dapat memberikan  manfaat dalam meningkatkan kapasitas Sumber Daya Manusia (SDM) Indonesia dalam bidang IT.

Tak hanya itu saja, Puan juga berharap 'oleh-oleh' yang dibawanya ke Indonesia bisa   sekaligus menjadi transfer of knowledge pada saat yang bersamaan agar anak bangsa mampu bersaing secara global. 

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...