PILIHAN REDAKSI

Ilmuwan Kaget Saat Nabi Muhammad Ungkap Sendi Manusia Berjumlah 360

BENTENGSUMBAR.COM - Pengetahun Nabi Muhammad shallallahu 'alaihi wasallam yang mengungkap jumlah sendi manusia sebanyak 360...

Advertorial

Reuni 212 Bakal Digelar Bulan Desember Besok, Refly Harun: Kalau TNI Mau 'Nyikat' Tentu Tak Ada yang Melawan

          Reuni 212 Bakal Digelar Bulan Desember Besok, Refly Harun: Kalau TNI Mau 'Nyikat' Tentu Tak Ada yang Melawan
BENTENGSUMBAR.COM – Pakar hukum dan tata Negara Refly Harun turut mengomentari soal wacana Reuni 212 yang akan diselenggarakan pada bulan Desember 2021 mendatang.

Mengenai wacana reuni 212 yang akan digelar, sejauh ini, pro dan kontra dari acara tersebut muncul.

Menurut Refly, dia mendapat informasi dari Ketua PA 212 Slamet Maarif jika acara itu akan digelar.

Acara pertemuan 212 ini juga akan melibatkan banyak elemen, termasuk panitia yang berasal dari berbagai ormas Islam.

Menurut Refly, acara reuni ini tentunya dapat menggambarkan apakah situasi Indonesia saat ini baik-baik saja atau membutuhkan dukungan publik untuk apa yang ingin diperjuangkan.

“Reuni tahun lalu yang hanya melalui daring dan dialog, saya hadir sebagai salah satu pembicara dari seratus tokoh yang diundang,” kata Refly Harun.

Dalam kesempatan itu, Refly kemudian menyebutkan bahwa ada suara-suara bahwa TNI siap melakukan penyegaran pada pertemuan berikutnya pada Desember 212.

Dilansir Kabar Besuki dari YouTube Refly Harun, Masalah tersebut kemudian dikomentari oleh Refly Harun dan mengatakan TNI harus ramah dengan rakyat.

Ia juga berharap TNI tidak menjadi bagian dari instrumen kekuasaan atau alat dari kelompok tertentu yang mendukung kekuasaan.

“Kalao TNI mau ‘nyikat’ tentu tak akan ada rakyat yang bisa melawan. Tapi kalo semua rakyat melawan, maka negara kita jadi chaos. Tentu tidak ingin berharap seperti itu, kita berharap tentara kita professional, seperti yang disampaikan Panglima baru Andika Perkasa yang siap akan dilantik,” tutur Refly Harun.

Menurut Refly Harun, ketika kita berbicara tentang negara demokrasi, oposisi harus dianggap oleh negara sebagai vitamin.

Mengenai perkiraan jutaan orang yang akan menghadiri pertemuan 212, Refly juga mendorong pemerintah untuk mempromosikannya sebagai peluang.

Tidak hanya di mata oposisi, tetapi menjadikannya sebagai festival yang bermanfaat bagi banyak orang dan negara. (Kabarbesuki)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...