PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Rocky Gerung Gembira: Erick Thohir Mempercepat End Game Rezim Ini

          Rocky Gerung Gembira: Erick Thohir Mempercepat End Game Rezim Ini
Rocky Gerung Gembira: Erick Thohir Mempercepat End Game Rezim Ini
BENTENGSUMBAR.COM - Akademisi Rocky Gerung blak-blakan menyentil dugaan keterlibatan Menteri Koordinator Bidang Maritim dan Investasi, Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri BUMN, Erick Thohir dengan bisnis PCR untuk Covid-19.

Hal tersebut diungkapkan pengamat sosiak dan politik itu dalam video yang tayang di kanal YouTube Rocky Gerung Official.

Menurut Rocky Gerung, bahwa dalam masalah bisnis PCR, Luhut Pandjaitan dinilai sudah jujur, namun tidak dengan Erick Thohir.

"Kita perhatikan pak Luhut sudah bikin surat yang nelangsa ingin mengungkapkan batin jujurnya," jelas Rocky Gerung dikutip GenPI.co, Selasa, 9 November 2021.

"Beda dengan Erick Thohir yang justru mengerahkan buzzer untuk mengepung Tempo. Saya anggap begitu tuh, karena kan Tempo diserang, karena terus menerus mempersoalkan Pak Luhut dan Pak Erick Thohir tuh," sambungnya.

Rocky Gerung pun membeberkan, bahwa akhir-akhir ini banyak pihak yang mulai membela Erick Thohir terkait bisnis PCR.

Misalnya pembelaan dari Direktur Jaringan Muda Cendekia Indonesia, Ahmad Nizar Saputra yang menyebut bahwa masalah ini merupakan pembunuhan karakter pada Erick Thohir.

Rocky Gerung menilai, bahwa pembelaan-pembelaan terhadap Erick Thohir sepertinya sudah direncanakan.

"Tapi kelihatannya dari produksi kalimat dan asal usul penyerbuan itu, saya anggap dan diduga keras dikerahkan oleh pihak Erick Thohir itu," jelas Rocky Gerung.

"Nah kalau itu (buzzer) dikerahkan, artinya ada amplop yang juga mengalir," lanjutnya.

Mantan Dosen Ilmu Filsafat Universitas Indonesia itu pun menilai bahwa tidak ada semacam etika kepedulian untuk menyelesaikan masalah ini.

"Jadi terlihat memang bahwa nggak ada semacam ethics of care yang ingin mendudukan persoalan," ungkap Rocky Gerung.

"Dipikir bahwa kalau buzzer-buzzer yang juga merangkap sebagai komisaris BUMN, yang juga juncto tim sukses Erick Thohir dikerahkan, maka pengendalian kerusakan ini bisa dihasilkan," sambungnya.

Namun, menurut Rocky Gerung, bahwa hal seperti ini merupakan bagian normal dari sebuah rezim yang mengalami pembusukan.

"Tapi ini bagian yang normal dari sebuah rezim yang sedang membusuk. Jadi kita selalu bergembira begitu melihat pembusukan dan perang antar geng masih berlangsung. Itu adalah potensi bagi kita untuk mempercepat End Game," beber Rocky Gerung.

Rocky Gerung memperkirakan, bahwa pembusukan dan perang antar geng di Istana adalah potensi untuk mempercepat berakhirnya rezim saat ini, rezim Presiden Joko Widodo (Jokowi).

"Jadi sekali lagi, End Game ini kita tidak iri, justru kita senang bahwa Erick Thohir mempercepat End Game dengan memamerkan sendiri borok-borok BUMN yang dia pimpin," pungkasnya. (GenPI)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...