PILIHAN REDAKSI

Perbedaan Jadikan Kekuatan, Ansor Pasbar Gelar Seminar Nasional Moderasi Beragama

BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah lesunya gerakan organisasi kepemudaan Islam di Kabupaten Pasaman Barat, Gerakan Pemuda Ansor tern...

Advertorial

Sindir Keras Jokowi, Nicho Silalahi: Pemimpin Itu Bertanggung Jawab, Beda dengan Pecundang yang Selalu Salahkan Orang Lain

          Sindir Keras Jokowi, Nicho Silalahi: Pemimpin Itu Bertanggung Jawab, Beda dengan Pecundang yang Selalu Salahkan Orang Lain
Sindir Keras Jokowi, Nicho Silalahi: Pemimpin Itu Bertanggung Jawab, Beda dengan Pecundang yang Selalu Salahkan Orang Lain
BENTENGSUMBAR.COM – Aktivis dan pegiat media sosial, Nicho Silalahi melontarkan sindiran kepada Presiden Joko Widodo alias Jokowi yang mengatakan bahwa banjir Sintang disebabkan oleh kerusakan daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun.

Nicho Silalahi menyindir bahwa pemimpin akan bertanggung jawab atas sebuah masalah, sementara pecundang akan menyalahkan orang lain.

Ia mempertanyakan mengapa Pemerintahan Jokowi tidak bekerja untuk memperbaiki kerusakan yang menyebabkan banjir tersebut.

“Malah di rezim anda memperparahnya dengan mengeluarkan berbagai ijin baru, bukan begitu pak jokowi? Kok ga sekalian salahkan Belanda,” kata Nicho Silalahi pada Selasa, 16 November 2021.

“Pemimpin itu bertanggung jawab beda dengan Pecundang yang selalu Menyalahkan orang lain,” sambungnya.

Sebagaimana diketahui, banjir telah melanda daerah Kalimantan Barat selama berminggu-minggu.

Salah satu daerah yang terkena imbas parah adalah Kabupaten Sintang dan Sekadau. Data terakhir dari BNPB menunjukkan bahwa tinggi air masih 100-300 cm.

Dilansir dari Detik News, sudah hampir empat pekan banjir di Sintang tidak surut, yakni sejak Kamis, 21 Oktober 2021.

Adapun banjir terjadi setelah hujan ekstrem mengguyur sehingga debit air Sungai Kapuas dan Melawi meluap.

Adapun Presiden Jokowi sempat mengungkap soal penyebab banjir di Kalimantan ini, termasuk soal banjir di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat.

Dilansir dari Detik News, Presiden Jokowi mengatakan bahwa banjir itu terjadi akibat kerusakan lingkungan di daerah tangkapan hujan.

“Ya itu memang karena kerusakan catchment area, daerah tangkapan hujan yang sudah berpuluh-puluh tahun,” katanya setelah meresmikan Jalan Tol Serang-Panimbang Seksi 1 Ruas Serang-Rangkasbitung, Kabupaten Lebak, yang disiarkan kanal YouTube Setpres, Selasa, 16 November 2021.

Presiden Jokowi pun memastikan bahwa Pemerintah akan memperbaiki kerusakan lingkungan di daerah tangkapan hujan tersebut.

Mulai tahun depan, katanya, pembangunan persemaian atau nursery akan dilakukan agar tangkapan hujan berfungsi normal kembali.

Selain masalah kerusakan tangkapan hujan, Jokowi juga mengatakan bahwa banjir di Kabupaten Sintang dan sekitarnya terjadi lantaran hujan yang lebih ekstrem dari biasanya.

“Dan kedua memang ada hujan yang lebih ekstrem dari biasanya,” ungkapnya. (terkini)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »
Loading...