PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Terkuak, Ternyata Puan Maharani Doyan Makan Gorengan di Angkringan!

          Terkuak, Ternyata Puan Maharani Doyan Makan Gorengan di Angkringan!
Terkuak, Ternyata Puan Maharani Doyan Makan Gorengan di Angkringan!
BENTENGSUMBAR.COM - Mengejutkan, ternyata Ketua DPR RI Puan Maharani senang makan nasi kucing. Saat berkunjung ke Sleman, Yogyakarta pada Kamis, 11 November 2021 kemarin, Puan tampak memborong hidangan di salah satu angkringan milik warga.

Tak tanggung, Puan memilih sendiri beragam macam gorengan dan memasukkannya ke dalam kantong. Tak lupa dia juga memesan nasi kucing dengan rasa lengkap.

Pemilik angkringan tampak sumringah karena dagangannya laku diborong. Sebelum pergi, Puan bahkan sempat mengomentari makanan yang baru saja dibelinya. Kelihatannya enak, masih hangat pula, begitu kira-kira kata Puan.

Perempuan pertama yang menjabat Ketua DPR di Indonesia itu pun kemudian berbagi jajanannya dengan rombongan. Dia kelihatan lahap dan benar-benar terbiasa makan “rakyat” berupa gorengan dan sejenisnya.

Kejadian tersebut memang pernah diungkapkan oleh Puan saat berbincang santai dengan Deddy Corbuzier dalam video yang diunggah di akun Deddy. Ketika itu Deddy menanyakan jenis makanan yang biasa dimakan oleh Puan sekeluarga.

Dengan spontan Puan menjawab tempe dan tahu sebagai makanan favoritnya. Dia pun mengaku sering memakan makanan lain selayaknya kebanyakan orang. Dalam kesempatan sama, Puan juga mengaku bisa membuat bakso.

Meskipun kerap tak banyak bicara, ternyata Puan diam-diam hidup bersahaja. Dia menceritakan di masa kecilnya, dia sering datang ke sekolah menggunakan bemo, alih-alih mobil.

Dengan nada santai dia mengisahkan dulu hidupnya biasa saja, seperti kebanyakan orang. Puan pun tak merasa bahwa memakan tempe atau tahu, juga menaiki kendaraan umum sebagai “hidup sulit”. Dia menikmati semua itu dan merasa biasa saja.

Mengunjungi petani

Maka tak salah pula ketika Puan datang ke Kabupaten Sleman untuk membantu para petani menanam padi di area persawahan Sendangmulyo, Kapanewon Minggir, dia sempat berbincang santai dengan para petani sambil menikmati kacang dan ubi rebus.

Hidangan “sederhana” itu agaknya justru sudah akrab di lidah Puan. Didampingi Wabup Sleman Danang Maharsa, Puan mendengarkan keluhan para petani.

“Saya ingin mengetahui apa saja kebutuhan dan permasalahan yang ada di sini terkait petani. Bagaimana menanam padi, panennya dan sesudah panen itu dijual atau dibeli ke mana. Itu yang jadi perhatian saya,” tanya Puan kepada sejumlah petani yang hadir.

Tak lama, seorang petani Tusiran menyampaikan berbagai keluhan yang dihadapi para petani seperti harga gabah rendah hingga sering telatnya distribusi pupuk subsidi, termasuk harganya yang cukup tinggi. 

“Kami harap pemerintah supaya memperhatikan petani-petani. Patokan harga gabah itu berapa, karena petani juga banyak nggak tahu,” katanya. Selain itu, dia juga berharap ruas jalan tani diperbaiki karena kalau musim hujan jalannya rusak.

“Bawa gabah pakai motor atau mobil sering terpeleset. Kami juga mengharapkan ada saluran induk air sebab ketika musim kemarau, air untuk mengaliri sawah tidak lancar,” lanjut Tusiran.

Selain itu, Linggarsari Ayu, seorang petani muda dari generasi milenial mengaku memilih menjadi petani karena ingin membantu orang tuanya yang sudah lanjut usia.

“Saya harap ke depan ada petani-petani muda yang mau mengerjakan sawah orang tuanya supaya sawahnya tidak dijual atau ditanami beton dijadikan di rumah,” ungkap Ayu.

Puan pun mendengarkan dengan seksama. Lalu di akhir kegiatan, dia memberikan bantuan bagi kelompok Pertanian Sendangmulyo, di antaranya 20 hand traktor, 20 pompa air, 1.000 bibit, dan 100 paket sembako bagi para petani setempat.

Menjadi guru dadakan

Selain mengunjungi petani, Ketua DPR Puan Maharani juga meninjau pembelajaran tatap muka (PTM) di SDN 1 Godean, Sleman, Yogyakarta. Puan pun menjadi “guru dadakan”, menjelaskan soal sejarah Republik Indonesia. 

Tak hanya itu, di depan kelas Puan berpesan kepada murid di sekolah tersebut untuk semangat belajar serta meneladani para pahlawan yang gigih memperjuangkan kemerdekaan Indonesia. 

“Karena semua pahlawan kita itu orang-orang pintar semua. Mereka dulu tetap belajar walaupun belum ada sekolah. Sekarang kalian sudah di sekolah. Jadi harus belajar yang rajin,” pesan Puan kepada para murid.

Didampingi Kepala SDN 1 Godean Rahmat Susilo, Puan melihat langsung penerapan protokol kesehatan (prokes) yang dijalankan sekolah tersebut. 

Puan mengunjungi kelas V-B yang sedang belajar pelajaran sejarah yang dipandu oleh wali kelas Ismawati. Puan kemudian ambil bagian mengajarkan tentang sejarah perjuangan para pahlawan dalam merebut kemerdekaan Indonesia.

Dia juga mengadakan kuis dengan tema pertanyaan soal kemerdekaan dan pahlawan bangsa. Pada kesempatan itu, Puan melemparkan sejumlah pertanyaan, di antaranya siapa yang menjahit bendera Merah Putih untuk pengibaran bendera saat proklamasi kemerdekaan Indonesia.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »