PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Momen-momen Puan Maharani Sangat Menghargai Kaum Perempuan

          Momen-momen Puan Maharani Sangat Menghargai Kaum Perempuan
Momen-momen Puan Maharani Sangat Menghargai Kaum Perempuan
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI Puan Maharani dikenal sebagai sosok yang menghargai perempuan. Tak jarang dia kerap memberikan pernyataan terkait kaum perempuan. Mulai dari bagaimana seharusnya perempuan berperan dalam meningkatkan budaya literasi sampai bagaimana mereka harus mampu bertahan di tengah pandemi Covid-19. 

Berikut ini pernyataan-pernyataan yang pernah disampaikan Puan Maharani. Yuk simak penjelasannya! 

Perempuan Memegang Peranan Penting dalam Meningkatkan Budaya Literasi

Puan Maharani sempat mengatakan jika perempuan memegang peranan penting dalam meningkatkan budaya literasi, khususnya dalam keluarga. 

Kenapa bisa seperti itu? Hal ini lantaran lingkungan keluarga bisa menjadi langkah awal atau bekal dalam mewujudkan kemajuan bangsa. 

Kata dia, kemampuan literasi merupakan  kemampuan mendasar yang dapat menjadi pijakan bagi seseorang untuk menghadirkan kehidupan yang lebih baik bagi dirinya sendiri, maupun bagi banyak orang di luar sana. 

Puan juga menuturkan jika keluarga adalah titik awal kehidupan seseorang dimulai, dan peran perempuan sangat besar dalam keluarga. Tentunya, banyak orang ingin setiap anak Indonesia memiliki titik awal kehidupan yang baik. Bukankah begitu? 

Politikus PDIP ini juga menjelaskan jika nilai-nilai yang ditanamkan dalam keluarga merupakan nilai-nilai yang akan turut membimbing hidup seseorang sepanjang dia hidup.

Oleh sebab itu, apabila budaya literasi sudah tertanam sejak dini di lingkup keluarga, karena depannya mereka akan tumbuh dewasa dengan budaya literasi yang kuat. 

Dengan kata lain, jika para orang tua mengajarkan anak-anaknya membaca di rumah, maka bukan tidak mungkin jika kegiatan tersebut akan menjadi sebuah kebiasaan. 

Meski begitu, Puan juga sadar bahwa untuk  meningkatkan budaya literasi tidaklah mudah. Apalagi seorang Ibu biasanya memiliki dua peran ganda yakni sebagai ibu rumah tangga dan perempuan bekerja.

Minta Pemerintah Serius Tangani Praktek Kawin Kontrak

Peduli terhadap perempuan yang mengalami kerugian dari praktek kawin kontrak, Puan Maharani pun meminta pemerintah untuk menjamin perlindungan terhadap perempuan, termasuk isu kawin kontrak.

Beberapa waktu lalu ada seorang perempuan  asal Cianjur yang disiram air keras oleh suaminya, yang sekarang cara tidak langsung menjadi potret pedih kekerasan terhadap perempuan di Indonesia. Hal ini sekaligus  menjadi tamparan untuk semua pihak, betapa perlindungan kepada kaum hawa masih sangat minim.

Berdasarkan laporan yang dihimpun oleh Komnas Perempuan, sepanjang 2020 setidaknya terdapat 299.911 kasus kekerasan terhadap perempuan. Lalu pada periode Januari-Juli 2021, tercatat ada sebanyak 2.500 kasus. 

Puan menegaskan jika permasalahan kawin kontrak bermodus nikah siri secara tidak langsung akan memicu risiko terjadinya kekerasan terhadap perempuan. Oleh karena itu, dia meminta pemerintah agar bisa secara serius menangani persoalan yang satu ini. 

Di sisi lain, Puan juga mengungkapkan tentang betapa pentingnya pamong desa atau para pemangku masyarakat untuk mengatasi permasalahan kawin kontrak ini. Sebab kawin kontrak sendiri banyak terjadi di wilayah pedesaan. 

Minta Kaum Perempuan Semangat Hadapi Pandemi Covid-19

Puan Maharani memberikan motivasi kepada  para perempuan agar mereka mau bersama-sama menghadapi pandemi Covid-19. Sesungguhnya bukan hanya perempuan saja yang terkena dampak, akan tetapi semua pihak. 

Namun, bukan tidak mungkin jika perempuan juga bisa berperan besar dalam melawan virus yang satu ini. Perlu kita ketahui juga kalau pencegahan virus Covid-19 sangat bergantung kepada ketahanan kesehatan keluarga dan pemenuhan gizi yang seimbang. 

Secara global, ada sekitar 70 persen tenaga medis yang berada di garda depan melawan corona, yang mayoritas adalah perempuan. Sementara itu,  menurut data yang dihimpun  pemerintah Indonesia, ada sebanyak 60 persen UMKM yang memproduksi hand sanitizer dan masker yang dikelola oleh kaum perempuan. Hal ini sekaligus membuktikan jika kaum perempuan memiliki peran besar dalam melawan Covid-19.

Laporan: Mela
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »