PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Pendiri Bangsa Akan Nangis Lihat Kondisi Indonesia, Ketua DPD RI Sampai Buka Rekaman Sidang BPUPKI

          Pendiri Bangsa Akan Nangis Lihat Kondisi Indonesia, Ketua DPD RI Sampai Buka Rekaman Sidang BPUPKI
Pendiri Bangsa Akan Nangis Lihat Kondisi Indonesia, Ketua DPD RI Sampai Buka Rekaman Sidang BPUPKI
BENTENGSUMBAR.COM – Pendiri bangsa akan menangis melihat kondisi Indonesia saat ini. Hal itu diungkapkan Ketua DPD RI La Nyalla Mahmud Mattalitti.

Karena, Indonesia terjerumus dalam kubangan liberalisme kapitalistik, tak seperti cita-cita luhur dan hakiki lahirnya bangsa yaitu keadilan sosial bagi seluruh rakyat Indonesia.

La Nyalla mencoba mengajak merasakan suasana kebatinan para pendiri bangsa Indonesia. 

“Seandainya mereka berada di tengah-tengah kita hari ini, dan melihat bagaimana wajah Indonesia hari ini,” ucapnya dilansir dari fajar.co.id.

Untuk melihat lebih dekat cita-cita para pendiri bangsa, LaNyalla membuka rekaman beberapa percakapan para pendiri bangsa dalam sidang-sidang BPUPKI dan PPKI.

Muhammad Yamin, dengan tegas mengatakan Negara Rakyat Indonesia adalah Pemerintahan Syuriyah, pemerintahan yang didasarkan atas permusyawaratan antarorang berilmu dan berakal sehat yang dipilih atas faham perwakilan.

“Sementara Ki Bagoes Hadikoesoemo mengatakan bahwa kita harus mempersatukan pendapat-pendapat yang bertentangan, sehingga menjadi bulat,” papar LaNyalla.

Dan Mr Soepomo mengatakan, cara mengangkat pemimpin negara itu hendaknya janganlah diturut cara pilihan menurut sistem demokrasi barat.

Yakni yang menyamakan manusia satu sama lain, seperti angka-angka belaka yang semuanya sama harganya.

Lalu, Bung Karno memungkasi dengan mengatakan, kalau mencari demokrasi, hendaknya bukan demokrasi barat, tetapi permusyawaratan yang memberi hidup, yang mampu mendatangkan kesejahteraan sosial.

“Itulah sebagian pemikiran para pendiri bangsa yang berada dalam suasana kebatinan yang sama. Pemikiran-pemikiran jernih tersebut lahir karena mereka merasakan bagaimana menjadi bangsa yang terjajah,” tegas LaNyalla. (Manadopost)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »