PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Singgung Pembenci Habib Bahar, Refly Harun: Tidak Lagi Sekadar Kritik, Tetapi Memaki

          Singgung Pembenci Habib Bahar, Refly Harun: Tidak Lagi Sekadar Kritik, Tetapi Memaki
Singgung Pembenci Habib Bahar, Refly Harun: Tidak Lagi Sekadar Kritik, Tetapi Memaki
BENTENGSUMBAR.COM - Habib Bahar menjadi sosok yang disoroti masyarakat karena adanya dugaan ujaran kebencian.

Salah satu sosok yang menyoroti Habib Bahar yakni Refly Harun.

Refly Harun menjelaskan bahwa kasus hukum yang menimpa Habib Bahar disebut ngeri-ngeri sedap.

Bahkan Refly Harun menganggap bahwa orang-orang yang menghina Habib Bahar justru adalah yang pantas mendapat hukuman ujaran kebencian.

Dikutip PikiranRakyat-Tasikmalaya.com dari kanal YouTube Refly Harun yang dibagikan pada 31 Desember 2021, dijelaskannya bahwa hukum dalam kasus Habib Bahar dianggapnya tidak jelas.

"Jadi kasus Habib Bahar ini kasus yang apa ya, ngeri-ngeri sedap," ujarnya.
"Saya (lihat) kalau dari sisi hukum itu, enggak jelas kasusnya apa ya," tuturnya.

Dijelaskan oleh Refly Harun bahwa seharusnya orang yang membawa Habib Bahar ke ranah hukum adalah sosok yang merasa menjadi korban ujaran kebencian tersebut.

"Karena kalau misalnya dibilang ujaran kebencian, maka karena itu bilik aduan," tuturnya.

"Yang harus melaporkan (adalah) orang yang merasa kena ujaran kebencian, eh penghinaan," katanya.

Refly Harun menerangkan bahwa laporan penghinaan yang dilakukan Habib Bahar digeser menjadi ujaran kebencian.

"Nah, ujaran kebencian yang berbasis SARA-nya di mana?" tuturnya.

Dijelaskan oleh Refly Harun bahwa seharusnya yang mendapat hukuman terkait ujaran kebencian adalah orang-orang yang memaki Habib Bahar.

"Justru kalau saya lihat maki-makian terhadap Habib Bahar itu justru lebih pantas dikualifikasikan sebagai ujaran kebencian, karena betul-betul memaki ya.

"Tidak lagi sekadar kritik, tetapi memaki," ujarnya, dilansir dari PikiranRakyat-Tasikmalaya. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »