PILIHAN REDAKSI

Tak Kunjung Ada Sekda Defenitif, Gubernur Tunjuk Kepala Biro Organisasi Sebagai Pj Sekda Padang, Begini Kata Arfian

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumbar Mahyeldi Ansharullah menunjuk Kepala Biro Organisasi Sekretariat Daerah Provinsi Sumbar, Fi...

Advertorial

Sutiyoso Nilai Anies Baswedan Terjebak, Siap-Siap Kenyang Diserang

          Sutiyoso Nilai Anies Baswedan Terjebak, Siap-Siap Kenyang Diserang
Sutiyoso Nilai Anies Baswedan Terjebak, Siap-Siap Kenyang Diserang
BENTENGSUMBAR.COM - Mantan Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso, mengungkap penilaiannya soal kinerja Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan selama ini.

Sutiyoso memulai penilaiannya dengan menyoroti perbedaan tantangan yang dihadapinya saat menjabat Gubernur DKI Jakarta dengan tantangan yang dihadapi Anies Baswedan saat ini.

Saat menjabat Gubernur DKI Jakarta, Sutiyoso menghadapi tantangan berupa perubahan sistem politik yang fundamental dari era Orde Baru ke era Reformasi.

"Saya seperti mengendalikan layang-layang. Kapan saya ulur (aturan), kapan saya tarik. Dan itu mendapatkan perlawanan yang sangat besar dari masyarakat karena masyarakat sedang euforia dengan kebebasan (era Reformasi)," ucap Sutiyoso dikutip Pikiran-rakyat.com dari kanal Youtube Karni Ilyas Club yang tayang pada 30 Desember 2021.

"Kebebasan itu sering diterjemahkan secara keliru. Demokrasi berarti apa saja boleh. Gue gak punya makanan, ambil di toko. Gak punya motor, ambil di showroom. Itu yang terjadi pada tahun 1998 atau 6 bulan setelah saya dilantik," katanya lagi.

Sutiyoso menilai dirinya cukup berhasil mengatasi tantangan tersebut kala itu.

"Tentu saja urusan huru-hara itu urusan aparat keamanan, tapi pada saat masa rehabilitasi, itu di tangan saya dan menjadi perhatian pemimpin-pemimpin atau Gubernur di kota-kota besar di dunia," katanya.

Tantangan yang dihadapi Anies Baswedan, sementara itu, adalah pandemi Covid-19 yang melanda saat ini.

Sutiyoso berpendapat, Anies Baswedan cukup berhasil mengatasi tantangan tersebut. 

"Kalau kita mengamati secara jujur, saya rasa Jakarta termasuk yang sukses. Artinya penyebaran bisa kita rem, kematian juga amat kecil," katanya.

Namun, Sutiyoso menilai Anies Baswedan seolah terjebak karena masa baktinya akan berakhir berdekatan dengan tahun politik jelang pemilihan presiden (Pilpres) 2024.

Konsekuensinya, seberhasil apa pun Anies Baswedan memimpin DKI Jakarta, akan selalu ada lawan politik yang menyerangnya.

"Sayangnya dia (Anies) akan berakhir di tahun politik seperti ini. Jadi selalu ada saja serangan-serangan itu, ya kenyang dia. Itu saya tidak heran karena dia salah satu tokoh yang selalu beredar di permukaan jadi selalu dapat serangan dari kiri-kanan," katanya. (Pikiran Rakyat)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »