Advertorial

Daerah

Tamparan Keras untuk Jargon Anies 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya'

          Tamparan Keras untuk Jargon Anies 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya'
Tamparan Keras untuk Jargon Anies 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya'
BENTENGSUMBAR.COM - Indeks Kebahagiaan di DKI Jakarta merosot di sisa masa jabatan Gubernur Anies Baswedan. Fraksi PDIP DPRD DKI beri tamparan keras jargon Anies 'Maju Kotanya, Bahagia Warganya'.

Dilihat dari Indeks Kebahagiaan 2021 yang dipublikasikan BPS, Jumat (31/12/2021), DKI Jakarta berada pada urutan ke-27 dari 34 provinsi di Indeks Kebahagiaan menurut provinsi.

BPS menyatakan indeks tersebut diukur lewat survei pengukuran tingkat kebahagiaan (SPTK) yang dilaksanakan tiga tahun sekali. BPS mengatakan ada tiga dimensi yang diukur dalam SPTK 2021, yakni kepuasan hidup (life satisfaction), perasaan (affect), dan makna hidup (eudaimonia).

Tingkat kebahagiaan penduduk 2021 diukur berdasarkan data SPTK 2021. Survei dilaksanakan serentak di semua kabupaten/kota di 34 provinsi di seluruh Indonesia.

Survei digelar pada 1 Juli sampai 27 Agustus 2021. Unit analisis adalah rumah tangga yang dipilih secara acak (random).

BPS menggunakan two stage one phase sampling untuk memilih sampel. Total sampel rumah tangga yang diperlukan untuk keperluan estimasi tingkat kebahagiaan hingga level provinsi di Indonesia sebesar 75 ribu rumah tangga yang tersebar di 34 provinsi.

Pengumpulan data dilakukan melalui wawancara oleh petugas menggunakan kuesioner terstruktur dan alat bantu. Alat bantu ini berupa scoring (rating scale) secara presisi terhadap pertanyaan terkait kepuasan hidup, perasaan, dan makna hidup.

Indeks Kebahagiaan Indonesia pada 2017 berada pada angka 70,69 dan naik 0,80 pada 2021 menjadi 71,49. Pada 2021, penduduk perkotaan memiliki nilai Indeks Kebahagiaan yang lebih tinggi dibandingkan dengan pedesaan, yakni perkotaan 71,73 dan pedesaan 71,17.

"Terdapat 10 provinsi yang mengalami penurunan Indeks Kebahagiaan. Provinsi-provinsi tersebut adalah Aceh, Riau, Sumatera Selatan, dan Bengkulu untuk kawasan Sumatera. Untuk kawasan Jawa-Bali-Nusa Tenggara yang turut mengalami penurunan Indeks Kebahagiaan yaitu DKI Jakarta, Banten, Yogyakarta, Bali, dan Nusa Tenggara Barat. Sementara untuk kawasan Kalimantan terdapat pada Provinsi Kalimantan Timur," tulis BPS.

Kritik Keras PDIP

PDIP DKI mengkritik jargon Anies 'Maju Kotanya Bahagia Warganya' gagal total. PDIP menilai turunnya indeks kebahagiaan warga DKI tak terlepas dari peran pelayanan publik. Dia menilai ada penurunan.

"Artinya, Pak Anies tak bisa menunaikan janji kampanye pada saat mereka maju sebagai Gubernur. Artinya, kan slogannya maju kotanya bahagia warganya, itu slogan yang selalu didengungkan ketika kampanye tapi fakta di akhir masa jabatan bukan meningkat justru menurun. Ini kan menandakan kinerja Pak Anies dalam rangka mencapai tujuan membahagiakan warga kan tidak sampai. Jargon bahagia warganya gagal total di akhir masa jabatannya," ujar Ketua Fraksi PDIP DPRD DKI Jakarta Gembong Warsono kepada wartawan.

"Perasaan kan perasaan mereka dilayani, ketika Pemprov tak maksimal kan perasaan mereka terganggu. Itu kepuasan batin ketika kewajiban Pemda memberikan pelayanan publik. Ujung tombak Pemprov paling depan adalah pelayanan masyarakat. Senyum sapa pejabat kita, pelayanan kita ASN kita makin hari makin menurun. Coba ke kelurahan dan kecamatan, nggak seramah zaman dulu. Ini kan soal rasa ketika dilayani," paparnya.

Di sisi lain, Gembong memaklumi jika penurunan indeks kebahagiaan dari sisi makna hidup. Hal itu, lanjut dia, berdampak akibat masa pandemi.

"Soal makna hidup harus diakui di dua tahun ini kan memang pandemi ini mengakibatkan. Jadi kita harus fair juga. Karena akibat pandemi ini pasti nggak akan maksimal," jelas dia.

Gembong meminta Anies memuliakan warga DKI. Sisa jabatan enam bulan ke depan menurutnya masih bisa dioptimalkan untuk warga DKI.

"Kalau mengejar indeks kepuasan agar bahagia warganya masih punya harapan walaupun itungan dalam kewenangan Pak Anies membuat kebijakan tinggal 4 bulan. Karena 6 bulan sebelum masa bakti berakhir sudah tak boleh buat kebijakan bersifat strategis," katanya.

Gerindra Anggap Dampak Pandemi

Gerindra menganggap penurunan itu disebabkan oleh pandemi COVID-19. Wakil Ketua DPRD DKI itu menilai pandemi COVID-19 berpengaruh terhadap kondisi ekonomi di Jakarta. Dia meyakini dampak ekonomi itu juga mempengaruhi penurunan indeks kebahagiaan warga Jakarta.

"Sekarang apa indikator penurunannya? COVID. COVID orang nggak ada yang bahagia. 2021 kan ada COVID, 2020 ada COVID. Kalau dia ukur 2018 mungkin bahagia kali," kata Penasihat Fraksi Gerindra DPRD DKI Jakarta M Taufik saat dihubungi.

"COVID itu berpengaruh terhadap kehidupan masyarakat, terutama ekonomi. Kalau ekonominya lemah, pasti ukuran kebahagiaan pasti menurun," ujarnya.

Dia optimistis Anies bisa menaikkan tingkat kebahagiaan warga Jakarta di sisa masa jabatannya, baik melalui geliat ekonomi maupun kenaikan UMP DKI sebesar 5,1%.

"Saya meyakini, bila COVID selesai, ekonomi mulai menggeliat pasti naik lagi kebahagiaannya," jelasnya.

Wagub Pamer Capaian Vaksin

Wakil Gubernur DKI Jakarta Ahmad Riza Patria menilai merosotnya tingkat kebahagiaan warga itu tak terlepas dari COVID-19. Pandemi, kata Riza, berdampak besar ke warga.

"Yang pasti memang akibat dampak pandemi COVID besar sekali terhadap kesehatan dan juga perekonomian kita," kata Riza di Balai Kota DKI Jakarta, Jalan Medan Merdeka Selatan, Jakarta Pusat.

Kendati demikian, Riza mengklaim Pemprov DKI telah berhasil menurunkan kondisi pandemi COVID-19. Hal ini, katanya, bisa dilihat dari level PPKM Jakarta yang kembali turun ke level 1 serta capaian vaksinasi yang melebihi target.

"Tapi yang pasti juga DKI Jakarta berhasil menurunkan pandemi COVID apalagi sekarang sudah di level 1, angka kematian terus turun, kesembuhan terus meningkat kemudian juga vaksinnya sudah lebih dari 120 persen di DKI Jakarta," ujarnya.

Politikus Gerindra itu mengajak seluruh pihak agar menjaga situasi COVID-19 di Jakarta yang semakin landai. Apalagi saat ini varian baru Omicron telah masuk ke RI.

"Sekarang kita rasakan di Jakarta sudah sangat baik sekali suasananya, namun demikian kami minta kepada warga untuk tetap waspada dan hati-hati karena ada varian baru Omicron," imbuhnya. (detik.com)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »