Advertorial

Daerah

Tanggapi Kasus Bahar, Novel Bamukmin: Rezim Ini Sudah Langganan Berbuat Zalim, Walau Wapresnya Ulama!

          Tanggapi Kasus Bahar, Novel Bamukmin: Rezim Ini Sudah Langganan Berbuat Zalim, Walau Wapresnya Ulama!
Tanggapi Kasus Bahar, Novel Bamukmin: Rezim Ini Sudah Langganan Berbuat Zalim, Walau Wapresnya Ulama!
BENTENGSUMBAR.COM – Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin menanggapi kasus terbaru Habib Bahar Bin Smith yang tengah diusut Polda Jawa Barat (Jabar)
Novel menilai, pengusutan ini sebagai upaya kriminalisasi terhadap para ulama. 

Menurutnya, kejadian serupa sudah sering terjadi di Indonesia. 

Dalam tanggapannya, Novel menyinggung nama Wakil Presiden Maruf Amin dan Anggota Dewan Pertimbangan Presiden (Wantimpres), Habib Luthfi Yahya yang berstatus ulama.

Sayangnya, meski mereka berdua berstatus ulama, Maruf maupun Luthfi dinilai tak bisa berbuat apa-apa.

“Rezim ini sudah menjadi langganan berbuat zalim walau Wapresnya ulama dan Wantimpres juga ada yang ulama,” katanya, dilansir dari Galamedia Sabtu, 1 Januari 2022.

Oleh karena itu, aktivis di PA 212 ini menuturkan bahwa para ulama yang berada di lingkaran pemerintah tidak berdaya melawan kezaliman di depan mata.

Bahkan, lanjut Novel, mereka hanya pemanis pajangan dinding saja.

“Mereka tidak berdaya, hanya sebagai pemanis pajangan dinding saja,” tegasnya.

Novel menyebut para ulama itu akan menanggung dosa besar karena hanya diam dan menonton kezaliman yang terjadi.

“Bahkan malah mengeluarkan fatwa berdasarkan kepentingan penguasa zalim dan inilah akhir zaman umat Islam diperlihatkan ulama-ulama jahat, ulama-ulama penjilat yang tidak berpihak kepada umat,” pungkasnya.

Seperti diketahui, Polda Jabar memang tengah mengusut kasus yang menjerat Habib Bahar.

Dalam menangani kasus dugaan ujaran kebencian, Polda Jabar akan melakukan pemeriksaan secara profesional, transparan, dan sesuai prosedur. 

Selain itu, pemeriksaan terhadap bukti-bukti yang diperoleh bakal dilakukan secara ilmiah.

“Penyidik akan mengembangkan kasus ini dan melakukan pemeriksaan saksi-saksi lainnya yang diperlukan secara profesional dan dengan scientific crime investigation secara profesional, prosedural, transparan dan akuntabel,” kata Dirreskrimsus Polda Jabar Kombes Arif Rachman didampingi Kabid Humas Kombes Pol Ibrahim Tompo dan Dirreskrimum Kombes Pol Yani Sudarto kepada wartawan di Mapolda Jabar, Sabtu 1 Januari 2022. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »