PILIHAN REDAKSI

Ustaz Abdul Somad Ditolak Singapura, Sandiaga Uno: UAS Penggerak Ekonomi

BENTENGSUMBAR.COM - Terkait Ustaz Abdul Somad (UAS) yang mengaku dideportasi dari Singapura, begini komentar Menteri Pariwisata...

Advertorial

Ustaz Abdul Somad Diseret-seret Buntut Ferdinand Hutahaean Tersangka dan Terancam 10 Tahun Bui

          Ustaz Abdul Somad Diseret-seret Buntut Ferdinand Hutahaean Tersangka dan Terancam 10 Tahun Bui
Ustaz Abdul Somad Diseret-seret Buntut Ferdinand Hutahaean Tersangka dan Terancam 10 Tahun Bui
BENTENGSUMBAR.COM - Buntut penetapan tersangka dan penahanan terhadap pegiat media sosial Ferdinand Hutahaean, nama pendakwah kondang Ustaz Abdul Somad atau UAS mendadak dibicarakan warganet di media sosial.

Pihak-pihak pro Ferdinand menilai penetapan tersangka dan penahanan terhadap eks politisi Partai Demokrat itu seharusnya diberlakukan pada UAS.

Adapun pernyataan UAS yang disoal warganet adalah ungkapan terkait salib yang disampaikan dalam salah satu kajiannya beberapa waktu lalu.

"Kalau Ferdinand ditahan, Abdul Somad (UAS) juga harus ditahan. Hukum jangan tebang pilih pak @Polripresisi," kata akun @KakekHalal di Twitter Selasa, 11 Januari 2022.

"Banng @FerdinanHaean3 hanya berkata Allahmu lemah, Allahku kuat menjadi tersangka padahal tdk menyebut Agama apapun; abdul Somad, Mustofa N, Fahmi Alkatiri, yg jelas2 menyebut agama & Kelompok bebas merdeka. Polisi takutkah @ListyoSigitP," ujar akun @sjahtie.

Hingga berita ini dibuat, nama Abdul Somad mendadak menjadi trending topic di Twitter.

Seperti diketahui, buntut cuitan yang dianggap mengandung muatan SARA dan memantik kegaduhan publik, Ferdinand Hutahaean resmi ditetapkan tersangka pada Senin, 10 Januari 2022.

Tidak hanya tersangka, polisi juga langsung menahan Ferdinand usai menjalani pemeriksaan selama sebelas jam.

Namun demikian, polisi tak menggunakan pasal penistaan agama. Biro Penerangan Masyarakat Polri Brigjen Ahmad Ramadhan polisi saat ini menggunakan pasal ujaran kebencian bernuansa SARA.

"Sementara ini belum (pasal penodaan agama)," kata Ramadhan, Senin, 10 Januari 2022.

Tak main-main, dalam kasus tersebut Ferdinand terancam hukuman penjara hingga sepuluh tahun penjara.

"Ancamannya secara keseluruhan 10 tahun," katanya.

Ramadhan menuturkan pasal-pasal yang digunakan penyidik dalam kasus eks politisi Demokrat adalah Pasal 14 ayat (1) dan ayat (2) KUHP dan Pasal 45 ayat (2) jo Pasal 28 ayat (2) UU ITE. (Galamedia)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »