PILIHAN REDAKSI

Aneh! Lin Che Wei Bukan Pejabat Kemendag tapi Jadi ‘Penentu’ Rekomendasi Ekspor CPO

BENTENGSUMBAR.COM - Peran Lin Che Wei dalam kasus dugaan korupsi ekspor CPO (Crude Palm Oil) lagi-lagi bikin publik tercengang....

Advertorial

Dua Kali Di Panggil Rapat Bahas Minyak Goreng, DPR Akan Panggil Paksa Mendag

          Dua Kali Di Panggil Rapat Bahas Minyak Goreng, DPR Akan Panggil Paksa Mendag
Dua Kali Di Panggil Rapat Bahas Minyak Goreng, DPR Akan Panggil Paksa Mendag
BENTENGSUMBAR.COM – Wakil Ketua DPR RI Sufmi Dasco Ahmad mengatakan pihaknya akan memanggil Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi terkait krisis minyak goreng. 

Dia menyebut akan memanggil paksa Mendag Lutfi jika mangkir dari undangan rapat yang ketiga.

Mulanya Dasco menyampaikan pimpinan DPR mengalami kesulitan dalam menjalankan fungsi pengawasannya terkait permasalahan minyak goreng. 

Pasalnya, sebut dia, Mendag Lutfi sudah dua kali mangkir dari rapat undangan DPR untuk membahas persoalan minyak goreng.

“Sekadar informasi bahwa DPR dalam rangka menjalankan fungsi pengawasan mengalami kesulitan soal minyak goreng ini. Sudah dua kali Menteri Perdagangan diundang dalam rapat konsultasi, yang kedua berhalangan dengan alasan belum tentu datang dan lain-lain,” kata Sufmi Dasco Ahmad dalam rapat paripurna di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

Dasco mengatakan pihaknya akan memberi kesempatan terakhir bagi Mendag untuk membahas persoalan minyak goreng bersama DPR. Apabila Lutfi masih tak hadir, kata dia, DPR akan memanggil paksa.

“Oleh karena itu, dalam kesempatan terakhir dalam sidang rapur ini saya sampaikan apabila dalam undangan yang ketiga masih ada alasan maka DPR akan menggunakan aturan dan kewenangan yang ada untuk memanggil paksa Mendag di DPR,” ujarnya

Bahkan bukan hanya saat rapat paripurna situasi panas juga terjadi dalam rapat kerja gabungan DPR RI bersama sejumlah kementerian untuk membahas krisis pangan. 

Rapat itu terlihat tak kondusif lantaran Menteri Perdagangan (Mendag) Muhammad Lutfi tak hadir dalam rapat.

Rapat kerja gabungan tersebut terdiri dari Komisi IV, Komisi VI, dan Komisi VII DPR RI dengan Menteri Pertanian, Menteri Perdagangan, Menteri Perindustrian, serta Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

Rapat itu diadakan di ruang Badan Musyawarah (Bamus), kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, pukul 16.00 WIB. Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel selaku pimpinan rapat gabungan menyampaikan Mendag Lutfi tak dapat hadir dalam rapat.

“Kami infokan bahwa rapat internal terkait kebijakan distribusi dan harga minyak goreng dengan Bapak Presiden baru selesai pukul 15.20 WIB dan dilanjutkan rapat bersama dengan Bapak Menko Perekonomian dan Menteri Perindustrian sebagai tindak lanjut arahan Presiden pada rapat tersebut,” kata Wakil Ketua DPR RI Rachmat Gobel di kompleks parlemen, Senayan, Jakarta, Selasa (15/3/2022).

“Sehubungan dengan hal tersebut, Bapak Mendag belum dapat hadir bersama rapat kerja gabungan di DPR RI pada Selasa, 15 Maret 2022 pukul 16.00 WIB,” ujar politikus NasDem itu.
Rachmat Gobel mengusulkan agar rapat dapat dijadwalkan ulang. 

“Dan mohon dengan hormat sekiranya waktu rapat kerja gabungan Komisi VI, VI dan VII DPR RI dapat dijadwalkan ulang pada kesempatan pertama dengan agenda yang sama,” katanya.

Saat menentukan keputusan kelanjutan rapat tersebut, Ketua Komisi IV DPR RI Sudin melakukan interupsi. Sudin menyinggung Mendag yang sudah pernah absen dari rapat yang sebelumnya.

Sudin mulanya mempertanyakan hasil kunjungan Mendag saat melakukan operasi ke pasar-pasar dalam menyelesaikan masalah pasokan dan harga minyak goreng. 

Namun, kata dia, situasi kelangkaan dan kenaikan harga minyak goreng masih berlangsung hingga sekarang.

“Satu bulan lalu kita di tempat yang sama mengundang Mendag tiba-tiba ada kunjungan ke Makassar. Selama 1 bulan Mendag keliling pasar se-Indonesia. Sampai hari ini hasilnya apa? Tetap minyaknya langka, tetap susah, harga tetap tinggi, selama 1 bulan, lho. Jadi buat apa? Hari ini datang pun tidak mungkin menyelesaikan masalah,” kata Sudin dalam rapat tersebut.

Sementara itu, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Ramson Siagian menilai pimpinan DPR kurang tegas dalam mengatasi permasalahan teknis yang dia sebut menghambat pengambilan keputusan minyak goreng.

“Mohon maaf ya ini pimpinan kurang tegas. Persoalan teknis menghambat kita membuat keputusan strategis untuk kepentingan rakyat. Seharusnya sudah harus membuat keputusan-keputusan imperatif yang bisa dilaksanakan di lapangan kita hanya mengeluh, mengeluh, mengeluh, bikin malu juga kita ke rakyat, Pak,” kata Ramson.

Dia meminta pimpinan bersikap tegas dapat segera menghadirkan Mendag dalam rapat selanjutnya.

“Ini menteri ya bagaimana caranya ini urusan pimpinan. Harus dihadirkan, dong, mau jam 12 malam ya dihadirkan. Ini udah kritis, jangan hal-hal teknis kita nggak selesaikan. Jadi tolong pimpinan tegas, mungkin lusa tapi betul-betul rakyat, ditarik dia bila perlu,” ujarnya, dilansir dari Realitarakyat.com. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »