PILIHAN REDAKSI

Ekspor CPO kembali Dibuka, Andre Rosiade: Solusi Menyelamatkan Petani

BENTENGSUMBAR.COM - Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan membuka kembali ekspor sawit mentah (CPO) dan minyak goreng mulai Senin ...

Advertorial

Kombes Zulpan Merasa Haris dan Fatia Layak Tersangka Pencemaran Nama Baik Luhut Pandjaitan

          Kombes Zulpan Merasa Haris dan Fatia Layak Tersangka Pencemaran Nama Baik Luhut Pandjaitan
Kombes Zulpan Merasa Haris dan Fatia Layak Tersangka Pencemaran Nama Baik Luhut Pandjaitan
BENTENGSUMBAR.COM - Polda Metro Jaya membantah ada muatan politis dalam menetapkan Direktur Lokataru Haris Azhar dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti sebagai tersangka kasus pencemaran nama baik.

Polisi mengeklaim bukti-bukti yang dimiliki memang sudah sepantasnya membuat Haris dan Fatia menjadi tersangka pencemaran nama baik terhadap Luhut Binsar Pandjaitan.

"Kami tidak pernah melihat faktor lain, terutama apa yang mereka sampaikan politis dan sebagainya," kata Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Metro Jaya Kombes Endra Zulpan di kantornya, Jakarta Selatan, Senin (21/3).

Eks Kabid Humas Polda Sulsel itu menegaskan pihaknya sudah profesional dan sesuai prosedur menetapkan kedua aktivis HAM itu sebagai tersangka.

"Penetapan tersangka tidak tergesa-gesa," kata Zulpan.

Di sisi lain, perwira menengah Polri itu menyebut pihaknya sudah memberi ruang mediasi terhadap pelapor dan terlapor. Namun, upaya mediasi tidak menemukan titik temu.

"Penyidik sebenarnya mengedepankan restorative justice membuka ruang untuk mediasi. Dari beberapa mediasi yang dilakukan tidak ditemukan titik temu," kata Zulpan.

Sebelumnya, Haris Azhar menilai penetapan status tersangka terhadap dirinya dan Koordinator KontraS Fatia Maulidiyanti bermuatan politis.

Aktivis HAM itu merasa status tersangka yang berangkat dari laporan Luhut Binsar Pandjaitan tersebut hanya sebagai upaya pembungkaman.

"(Penetapan tersangka, red) ini politis," kata Haris sebelum menjalani pemeriksaan sebagai tersangka di Polda Metro Jaya, Jakarta, Senin (21/3). 

Sumber: JPNN.com
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »