PILIHAN REDAKSI

Serahkan SK CPNS dan PPPK Guru Formasi 2021, Gubernur Sumbar Gaungkan Semangat ASN BerAKHLAK

BENTENGSUMBAR.COM - Gubernur Sumatera Barat (Sumbar), Buya Mahyeldi, menyerahkan Surat Keputusan (SK) Calon Pegawai Negeri Sipi...

Advertorial

Novel Sebut Densus 88 Jadi Mesin Pembunuh Umat Islam, Yusuf: Jangan-Jangan Dia Teroris yang Ngaku-Ngaku Islam?

          Novel Sebut Densus 88 Jadi Mesin Pembunuh Umat Islam, Yusuf: Jangan-Jangan Dia Teroris yang Ngaku-Ngaku Islam?
Novel Sebut Densus 88 Jadi Mesin Pembunuh Umat Islam, Yusuf: Jangan-Jangan Dia Teroris yang Ngaku-Ngaku Islam?
BENTENGSUMBAR.COM ' Pegiat media sosial, Yusuf Muhammad menanggapi Wakil Sekretaris Jenderal Persaudaraan Alumni (PA) 212, Novel Bamukmin yang menyebut Detasemen Khusus (Densus) 88 Antiteror Polri sudah menjadi mesin pembunuh bagi umat Islam.

Yusuf Muhammad menyindir jangan-jangan Novel Bamukmin adalah teroris yang mengaku-ngaku beragama Islam.

“Saya siap dites keislaman saya dengan macan ompong ini,” kata Yusuf Muhammad melalui akun Twitter pribadinya pada Minggu, 13 Maret 2022.

“Kalau saya kalah maka saya janji siap ikutin dia. Begitu pun sebaliknya. Jangan-jangan dia teroris yang ngaku-ngaku islam?” sambungnya.

Sebelumnya, Novel Bamukmin menilai Densus 88 sudah lepas kontrol dan menjadi mesin pembunuh umat Islam.

“Saat ini Densus sudah lepas kontrol dan menjadi mesin pembunuh bagi umat islam,” katanya pada Sabtu, 12 Maret 2022, dilansir dari Pojok Satu.

Novel menyinggung bahwa Densus 88 tidak bertindak terhadap teroris Organisasi Papua Merdeka (OPM).

“Teroris OPM yang terus-terusan membantai TNI serta sipil yang belum lama ini 8 orang sipil dibantai secara sadis dan biadab namun tidak ada tindakan dari Densus,” ujarnya.

Diketahui, sebelumnya Densus 88 menembak mati Sunardi dalam operasi penangkapan di Kabupaten Sukoharjo, Jawa Tengah, pada Rabu malam, 9 Maret 2022.

Dokter Sunardi diduga terlibat jaringan teroris Jamaah Islamiyah (JI).

Karo Penmas Divisi Humas Polri, Brigjen Ahmad Ramadhan mengatakan bahwa aparat kepolisan menembak Dokter Sunardi karena melakukan perlawanan terhadap petugas yang berupaya melakukan penegakan hukum.

Brigjen Ramadhan mengklaim bahwa Dokter Sunardi menabrak dua mobil petugas dalam operasi penangkapan tersebut.

Menurutnya, petugas sempat naik ke bak belakang mobil double cabin Strada milik Sunardi. 

Namun, tersangka tetap menjalankan mobilnya dan melaju dengan kencang serta menggoyangkan setir ke kanan dan ke kiri sehingga menyerempet mobil warga yang melintas.

“Dengan situasi tersebut dan dianggap bisa membahayakan petugas dan masyarakat sekitar, maka petugas menembak tersangka dari belakang dan mengenai punggung atas dan pinggul kanan bawah,” kata Ramadhan pada Jumat, 12 Maret 2022.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »