PILIHAN REDAKSI

Tantang Pendukung UAS, Singapura Sebut Hongkong dan Negara Eropa Lainnya Juga Menolak, Berani?

BENTENGSUMBAR.COM - Singapura dengan tegas dan berani menghadapi kemarahan pendukung penceramah Ustad Abdul Somad (UAS) di medi...

Advertorial

Setelah Ramai, IDI Buru-buru Bikin Klarifikasi Pemecatan dr Terawan: Bisa Berubah

          Setelah Ramai, IDI Buru-buru Bikin Klarifikasi Pemecatan dr Terawan: Bisa Berubah
Setelah Ramai, IDI Buru-buru Bikin Klarifikasi Pemecatan dr Terawan: Bisa Berubah
BENTENGSUMBAR.COM – Setelah ramai dan memicu reaksi keras berbagai pihak, Ikatan Dokter Indonesia (IDI) menyampaikan klarifikasi pemecatan dr Terawan Adi Putranto.

Anggota IDI, James Allan Rarung mengatakan pemecatan dr Terawan belum menjadi keputusan definitif dan masih ada proses yang harus dijalani.

Pimpinan Komisi Etik, Disiplin dan Hukum Muktamar IDI XXXI Banda Aceh 2022 itu menjelaskan, pemberhentian tetap atau permanen sesuai Anggaran Rumah Tangga (ART) IDI Pasal 8 poin 3 adalah kewenangan Pengurus Besar (PB) IDI.

“Dr Terawan saat ini masih anggota IDI,” ujar James, dalam keterangannya, Selasa (29/3/2022).

Ia menerangkan, bahwa pemberhentian sampai jangka waktu 28 hari kerja.

Pada Pasal 8 poin 4 ART IDI, disebutkan anggota yang diskors dan atau diberhentikan dapat melakukan pembelaan dalam forum yang ditunjuk.

“Jadi, masih ada proses,” sambungnya.

James juga menjelaskan, setelah ini masih ada proses lanjutan lagi sesuai dengan Pasal 8 poin 4 ART IDI.

Keputusan memberhentikan Terawan itu ditujukan untuk dilakukan oleh Pengurus Besar IDI sesuai Pasal 8 poin 3 ART IDI.

“Bukan Ketua Umum Pengurus Besar IDI,” tegasnya.

Dengan demikian, proses selanjutnya adalah harus melalui Rapat Pengurus Besar, Rapat Musyawarah Pimpinan Pusat (MPP) dan Rapat Pimpinan Eksekutif Pengurus Besar IDI.

“Untuk membahas masalah pemecatan dr Terawan dari keanggotaan IDI,” kata dia.

Jika rapat-rapat tersebut sepakat mengeluarkan surat keputusan pemberhentian, Ketua Umum Pengurus Besar IDI dapat mengeluarkan surat resmi terkait pemberhentian tersebut dan menandatanganinya.

Proses tersebut dapat mulai berjalan jika dalam kurun 28 hari kerja, setelah Pengurus Besar IDI sudah terbentuk dan dilantik.

Setelah keluar surat pemberhentian secara resmi, dr Terawan dapat menggunakan haknya untuk melakukan pembelaan sesuai ART IDI Pasal 8 poin 4.

“Prosesnya masih panjang dan segala sesuatu yang baik dapat terjadi selama proses tersebut,” jelas james.
Karena itu, IDI meminta semua pihak sama-sama menurunkan tensi.

“Dan menenangkan semua pihak yang bisa saja tidak memahami proses internal IDI kita, lalu banyak berkomentar, apalagi lebih disayangkan bahwa itu dilakukan juga oleh sesama anggota IDI,” ujarnya.

Kata James, IDI khawatir jika kasus dr Terawan dibiarkan berlarut-larut, maka berpotensi besar ditunggangi pihak-pihak tertentu.

“Jangan sampai kasus dr Terawan menjadi ‘liar’, dimana bisa ditunggangi oleh pihak-pihak yang memiliki kepentingan tertentu yang dapat menyebabkan masyarakat salah paham dengan para dokter atau IDI,” katanya. 

Sumber: Pojoksatu
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »