PILIHAN REDAKSI

Yolla Yuliana, Bidadari Voli Indonesia yang Bikin 3 Pria Terlena

BENTENGSUMBAR.COM - Ada tiga pria tampan yang pernah terlena oleh kecantikan bidadari voli Indonesia, Yolla Yuliana. Yolla Yuli...

Advertorial

Stafsus Presiden Menikah Beda Agama, MUI Sumbar: Sama Dengan Melecehkan Agama!

          Stafsus Presiden Menikah Beda Agama, MUI Sumbar: Sama Dengan Melecehkan Agama!
Stafsus Presiden Menikah Beda Agama, MUI Sumbar: Sama Dengan Melecehkan Agama!
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Sumatera Barat, Buya Gusrizal Gazahar angkat bicara mengenai pernikahan beda agama yang telah dilangsungkan oleh Staf Khusus Joko Widodo (Jokowi), Ayu Kartika Dewi.

Menurutnya pernikahan Ayu Kartika Dewi dengan Gerald Sebastian itu secara agama tidak ada sama sekali, karena tidak memenuhi syarat pernikahan dalam islam.

Hal itu dikatakan oleh Gusrizal Gazahar, setelah merespon pertanyaan soal pernikahan Staf Khusus Presiden Jokowi, Ayu Kartika Dewi Jumat, 18 Maret 2022 kemarin.

Pernikahan mereka dilakukan dengan dua cara, yaitu akad nikah Islam di Masjid sesuai agama yang dianut oleh Ayu.

Lalu proses pernikahan atau pemberkatan di Gereja Katedral sesuai agama yang dianut oleh Gerald Sebastian yakninya agama Khatolik.

"Jadi itu yang mereka pakai undang-undang pencatatan sipil ya, bukan berdasarkan ajaran agama Islam," imbuh Gusrizal Gazahar saat dihubungi Harian Haluan, Sabtu 19 Maret 2022.

Kemudian, Gusrizal Gazahar menjelaskan bahwa dirinya telah dari lama mengingatkan, bahwa aturan-aturan negara seperti pernikahan beda agama yang jelas-jelas melabrak dari ketentuan syariat Islam seperti itu, seharusnya sudah lama direvisi.

"Karena kita kan negara yang berketuhanan yang Maha Esa ya, ketika diri telah menyatakan sebagai negara pancasila dan berketuhanan yang Maha Esa, artinya agama harus dijaga, dan ditempatkan pada posisi tertinggi," ungkapnya.

"Jika tidak, hal seperti ini sama dengan telah melecehkan agama! Apa aturan-aturan yang telah dibuat dan telah disepakati bahwa diharamkan oleh agama, namun difasilitasi oleh negara! apakah tidak malu?," tambahnya.

Menurut Buya Gusrizal Gazahar, hal ini sangat memalukan. Menurutnya jika telah mengaku Pancasila dengan aturan dan kebijakan-kebijakan yang ada, namun kenyataannya jauh dari konsep yang telah diterangkan.

"Kita kan sudah bersepakat negara ini menjamin masyarakat untuk menjalankan kehidupan beragama. Ajaran agama itu dijaga oleh negara, sekarang malah negara dan orang-orang yang diberikan amanat oleh negara, malahan merusak ajaran agama tersebut," katanya.

Selain itu Buya Gusrizal Gazahar menakutkan apa yang dilakukan oleh Ayu Kartika Dewi menjadi contoh bagi umat islam yang lain. Apalagi statusnya sebagai Stafsus Presiden.

"Negara harus membuat aturan jangan sampai orang-orang seperti itu menjadi contoh dan tauladan bagi yang lain, ini contoh yang sangat buruk," pungkasnya.

Kemudian, ia juga menekankan negara untuk sesegera mungkin membuat berbagai aturan yang terkait dengan pernikahan berbeda agama yang jelas-jelas bertentangan dengan ketentuan ajaran agama Islam.

"Aturan mengenai pernikahan beda agama ini harus sesegera mungkin direvisi, jangan ditunda lagi! Sebelum makin maraknya pelanggaran-pelanggaran seperti itu," tegasnya.

Sumber: Harianhaluan
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »