PILIHAN REDAKSI

Diburu Polda Usai Tuduh Polisi Bali Korup, Miss Global Estonia Sudah Keluar Dari RI Sejak 17 Mei

BENTENGSUMBAR.COM - Seorang warga negara Estonia bernama Valeria Vasilieva sempat diburu Polda Bali karena dianggap telah mengh...

Advertorial

Sumbar Dilanda Gempa dan Pandemi, Pimpinan DPRD Malah Mau Dibeliin Mobil Dinas Baru, Politisi PDIP Bersuara Lantang

          Sumbar Dilanda Gempa dan Pandemi, Pimpinan DPRD Malah Mau Dibeliin Mobil Dinas Baru, Politisi PDIP Bersuara Lantang
Sumbar Dilanda Gempa dan Pandemi, Pimpinan DPRD Malah Mau Dibeliin Mobil Dinas Baru, Politisi PDIP Bersuara Lantang
BENTENGSUMBAR.COM - Di tengah pandemi Covid-19 yang belum berakhir dan Sumatera Barat dilanda musibah gempa bumi, Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Sumbar menyiapkan anggaran Rp 3,5 miliar untuk pengadaan mobil dinas baru pimpinan.

Mereka adalah Ketua DPRD Sumbar Supardi dari Partai Gerindra dengan dua mobil, Irsyad Syafar (PKS), Suwirpen Suib (Demokrat) dan Indra Dt Rajo Lelo (PAN) masing-masing satu mobil.

Namun ketua Fraksi Partai Gerindra DPRD Sumbar, Hidayat dan juga Syamsul Bahri dari Fraksi PDI-P-Nadem mengaku pihaknya tak bisa menerima pengadaan tersebut.

Pengadaan kenderaan tersebut diakui Pimpinan DPRD Sumbar dan Sekretaris DPRD Sumbar, dengan alasan memang sudah layak untuk dilakukan penggantian kenderaan.

"Benar ada total Rp 3,5 miliar untuk lima mobil dinas pimpinan DPRD," kata Sekretaris DPRD Sumbar, Raflis, Rabu (9/3/2022).

Menurut Raflis, saat ini sudah masuk dalam Rencana Umum Pengadaan dan segera dilaksanakan.

"Nanti bisa dalam bentuk lelang atau e-Katalog pengadaannya," jelas Raflis.

Sementara Ketua DPRD Sumbar Supardi menyebutkan pengadaan mobil dinas baru itu sebenarnya sudah lama direncanakan.

"Sudah lama dan selalu kita tunda. Usai dilantik tahun 2019, sempat diusulkan di tahun 2020 tapi pandemi Covid-19. Begitu juga 2021. Baru tahun ini diusulkan lagi," kata Supardi.

Pengusulan itu, kata Supardi dikarenakan kondisi mobil dinas pimpinan sudah ada yang rusak.

"Maklum, itu mobil dinas dari pimpinan periode lama. Mobil itu keluaran tahun 2017 sehingga sudah pantaslah ditukar," kata Supardi.

Pernyataan tersebut menjadi catatan bagi Syamsul Bahri. Ia menilai pengadaan mobil dinas baru itu tidak etis disaat pandemi dan gempa melanda Pasaman-Pasaman Barat.

"Hentikan dulu pembelian mobil dinas itu, mari pikirkan rakyat yang tertimpa musibah, pandemi masih ada, gempa menambah derita masyarakat, mari kita bicara kemanusiaan," tegas Syamsul Bahri lantang, Kamis, 10 Maret 2022.

Laporan: Novrianto Ucoxs
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »