PILIHAN REDAKSI

Hendra Irwan Rahim Dukung Penguatan Lembaga KPID Sumbar

BENTENGSUMBAR.COM - Anggota Komisi I DPRD Sumbar Hendra Irwan Rahim memandang lembaga Komisi Penyiaran Daerah Indonesia (KPID) ...

Advertorial

Beredar Video Petinggi TNI Berbaris Hormat ke Ahok, Pegiat Medsos Ini 'Colek' Puspen TNI dan Polri

          Beredar Video Petinggi TNI Berbaris Hormat ke Ahok, Pegiat Medsos Ini 'Colek' Puspen TNI dan Polri
Beredar Video Petinggi TNI Berbaris Hormat ke Ahok, Pegiat Medsos Ini 'Colek' Puspen TNI dan Polri
BENTENGSUMBAR.COM - Pegiat media sosial Yusuf Muhammad menanggapi video viral yang memperlihatkan petinggi TNI berbaris mengantre untuk berjabat tangan dan hormat kepada Komisaris PT Pertamina (Persero) Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Dalam video itu, Ahok yang mengenakan kemeja loreng hijau juga mendapat hormat ala prajurit. Namun narasi yang beredar menyudutkan petinggi TNI yang kala itu bersama Ahok.

"Dari sikap tubuh ke Ahok ini bisa jadi bukti adek2 @Puspen_TNI dah jadi kacung Cina," tulis @RestyCaayah, salah satu akun yang menyebarkan video tersebut dalam postingannya, Senin 25 April.

Yusuf menilai mereka yang menyebarkan video berdurasi 44 detik tersebut telah bersikap tidak beradab.

Menurutnya, pola pikir mereka tidak sesuai dengan peradaban Indonesia yang telah maju.

"Harga diri bangsa dan negara ini sudah diinjak-injak oleh gerombolan sampah peradaban," ujarnya.

Tidak setuju dengan narasi dalam video itu, Yusuf juga men'colek' dengan memention akun Twitter Pusat Penerangan TNI @Puspen_TNI dan Direktorat Tindak Pidana Siber Bareskrim Polri @CCICPolri.

Yusuf seakan meminta agar aparat penegak hukum bertindak tegas terhadap video yang telah menyesatkan tersebut.

Video yang berisi Ahok serta petinggi TNI itu beredar di media sosial seiring dengan melambungnya tagar #Ahok di Twitter sejak siang ini.

Tagar #Ahok di Twitter Indonesia menempati posisi enam teratas. Sebanyak 3212 netizen berkicau tentang nama Ahok.

Dilansir dari VOI, video tersebut pertama kali diunggah akun resmi TikTok Basuki Tjahaja Purnama.

Namun, disalahgunakan dengan disebarkan ulang dibumbui narasi yang tidak sesuai dengan keadaan.

Peristiwa bersama petinggi TNI itu terjadi ketika Ahok masih menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta pada Desember 2014. 

Dalam momen itu, Panglima TNI Jenderal Moeldoko bahkan memasangkan langsung baret ke Ahok di balai kota DKI Jakarta. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »