PILIHAN REDAKSI

Desak Pembatalan Sponsor Minuman Keras untuk Formula E, Novel Bamukmin: Anies Pilihan Umat Islam dengan Semangat Bela Agama

BENTENGSUMBAR.COM - Wakil Sekjen Persaudaraan Alumni (PA) 212 Novel Bamukmin mengaku kecewa dengan langkah panitia dan Pemprov ...

Advertorial

Di Markas PDIP, Cak Nun Tegaskan Presiden Jokowi Tidak Tepat untuk Indonesia

          Di Markas PDIP, Cak Nun Tegaskan Presiden Jokowi Tidak Tepat untuk Indonesia
Di Markas PDIP, Cak Nun Tegaskan Presiden Jokowi Tidak Tepat untuk Indonesia
BENTENGSUMBAR.COM – Cak Nun memberikan ceramah mengenai kondisi politik Indonesia dalam acara ceramah Sinau Bersama Cak Nun di Masjid At-Taufiq, Sekolah Partai PDIP, Lenteng Agung, Jakarta Selatan.

Cak Nun menyatakan bahwa kondisi Indonesia saat ini membutuhkan pemimpin yang baru. 

Ia menilai bahwa untuk saat ini Indonesia belum memiliki Presiden yang tepat.

“Sehingga ilmu kita, manajemen kita akan jauh melebihi kalian semua. Cuma sekarang belum tepat saja presidennya. Jangan marah,” tutur Cak Nun.

Menurut sang budayawan Presiden Jokowi tidak tepat untuk Indonesia yang menyebabkan tanah air ini masih belum menjadi negara adikuasa seperti Amerika Serikat atau Rusia padahal sudah ada 18 generasi di Indonesia.

“Wahai Amerika, wahai Rusia, wahai semua negara yang merasa kuat dan adikuasa. Jangan pikir kalian benar benar berkuasa karena kami adalah bangsa dengan peradaban dengan skala waktu 18 generasi,” ujarnya dilansir dari halaman CNN Indonesia, Senin 11 April 2022.

Cak Nun melakukan ceramah di Markas PDIP didampingi oleh Puan Maharani pada hari Minggu 10 April 2022. Ia juga menjelaskan bahwa maksud dari pernyataannya tersebut adalah Presiden Jokowi tidak salah namun belum tepat saja.

“Jangan marah. Saya tidak mengatakan salah loh ya. Belum tepat. Loh kalau bahasa Jawa itu ada bener, ada pener, Mbak Puan. Itu sudah bener tapi belum pener,” kata Cak Nun.

“Mohon maaf ya saya bukan mengkritik. saya itu penasaran dengan kebesaran Indonesia yang tidak bisa kita wujudkan,” terangnya.

Cak Nun berharap pada saat pemilu yang akan diselenggarakan di tahun 2024 akan mampu membuat Indonesia menjadi lebih baik dan pemimpin baru tersebut dapat membuat tanah air terlahir kembali.

“Aku ingin besok pagi, sebelum dan sesudah 2024 kita akan mengalami revolusi besar dari dalam diri kita. Bukan revolusi untuk menjatuhkan presiden dan penguasa,” ucap Cak Nun.

“Revolusi yang akan dipimpin oleh presiden dan para sesepuh lainnya. mereka yang akan memimpin kesadaran baru. mereka akan memimpin kelahiran baru Indonesia,” katanya.

Indonesia saat ini masih menghadapi isu politik yang membuat resah masyarakat yaitu perpanjangan masa jabatan presiden menjadi 3 periode dan penundaan pemilu.

Akibat dari isu politik tersebut mahasiswa melakukan aksi demonstrasi secara besar-besaran pada Senin 11 April 2022.

Presiden Jokowi menanggapi secara tegas bahwa tidak ada penundaan pemilu. Pemilu akan diadakan sesuai dengan jadwal yaitu pada 14 Februari 2024. 

Jokowi juga menyuruh para jajaran kabinet untuk tidak membicarakan mengenai isu politik yang meresahkan masyarakat Indonesia ini. (*)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »