PILIHAN REDAKSI

Bendera Israel Berkibar Saat Pidato Anies di JIS, Warganet: Pendukungnya Mati Rasa!

BENTENGSUMBAR.COM – Beredar video bendera Israel berkibar saat Anies Baswedan menyampaikan pidato di Jakarta Internasional Stad...

Advertorial

Harlah ke-88, Ansor Padang Pariaman Adakan Nuzul Qur’an Dengan Santri Ponpes Bustanul Yaqin

          Harlah ke-88, Ansor Padang Pariaman Adakan Nuzul Qur’an Dengan Santri Ponpes Bustanul Yaqin
Harlah ke-88, Ansor Padang Pariaman Adakan Nuzul Qur’an Dengan Santri Ponpes Bustanul Yaqin
BENTENGSUMBAR.COM – Khidmat tanpa batas, demikian tema peringatan Hari Lahir (Harlah) ke-88 Gerakan Pemuda (GP) Ansor tahun 2022 ini. Makna  tema peringatan Harlah ke-88 GP Ansor  tersebut mestinya ditanamkan oleh para kader ke dalam dirinya. Karena tema tersebut mengisyaratkan bahwa pengabdian kader Ansor tidak dibatasi oleh usia dan waktu.

Demikian diungkapkan Ketua Pimpinan Wilayah Gerakan Pemuda (PWGP) Ansor Provinsi Sumatera Barat Rahmat Tuanku Sulaiman  pada  Harlah ke-88 GP Ansor yang diadakan Pimpinan Cabang GP Ansor Padang Pariaman di Pesantren Bustanul Yaqin, Pungguang Kasiak, Lubuk Alung Padang Pariaman, Ahad (24/4). 

Tampak hadir Ketua PCNU Kabupaten Padang Pariaman, Zainal Tuanku Mudo,  Dewan Penasehat GP Ansor Padang Pariaman, Armaidi Tanjung, pengurus dan kader Ansor Padang Pariaman serta santri Pesantren Bustanul Yaqin.

Menurut Rahmat, artinya pengabdian kader Ansor tidak memiliki batasan usia dan waktu. Seberapa pun tua usianya, jika masih memiliki kekuatan, dalam diri kader Ansor tidak boleh ada kata berhenti maupun pensiun untuk mengabdi.

”Salah satu kunci berkhidmat tanpa batas itu adalah mengabdi atas dasar keikhlasan karena Allah SWT. Termasuk mendekatkan diri kepada ulama, sebab ulama merupakan sosok yang selalu dekat kepada Allah SWT.  Makanya ketika kita aktif di Ansor tak lain dan tak bukan tujuannya untuk menjadi santrinya Kyai Hasyim Asy’ari, pendiri Nahdlatul Ulama. Kita berkhidmat, mengabdi tanpa batas untuk mendekatkan diri kepada ulama yang selalu dekat dengan Allah,” kata Rahmat, doktor lulusan Universitas Bengkulu ini.

Rahmat  mengajak seluruh kader Ansor dan santri pesantren untuk untuk terus  berproses tanpa batas di dalam organisasi. 

Sebab organisasi merupakan wadah belajar untuk mengembangkan pontensi yang ada, terutama dalam merumuskan program  kerja dan menata organisasi. Apalagi banyak pemimpin yang lahir melalui proses di organisasi.

“Meskipun kita semua adalah pemimpin, jika tidak pernah berproses maka kita tidak akan pernah sukses memimpin,”  kata Rahmat yang juga Ketua Baznas Padang Pariaman ini.

“Marilah kita doakan kepada Allah SWT, semoga pada momentum Harlah tahun ini, GP Ansor tetap eksis dalam menjaga ulama, NKRI dan menjaga para santri dengan tradisinya,” tutup Rahmat.  

Ketua PC GP Ansor Kabupaten Padang Pariaman  Alva Anwar mengatakan, peringatan Harlah tahun ini sebagai momentum kebangkitan organisasi, sekaligus meningkatkan loyalitas dan kecintaan kader terhadap ulama dan NKRI. Selain itu,   sekaligus menyemarakkan nuzul Qur’an di bulan Ramadan.

“Kita harapkan  momentum peringatan Harlah ini dapat melahirkan kader – kader yang siap berkhidmat tanpa batas untuk organisai, ulama, dan NKRI. Terutama untuk pembangunan daerah,” ujar Alva Anwar.

Dikatakan Alva, di usia ke-88 ini, kebangkitan GP Ansor ditandai dengan kemampuan organisasi untuk melebur dengan masyarakat dan menegakkan pondasi ajaran Islam, terutama Ahlussunnah Wal Jama’ah An-Nahdiah.

Ansor merupakan organisasi banom dari Nahdhatul Ulama  yang selalu mengutamakan toleransi dan keadilan dalam membangun gerakan.

“Sebagai masa depan NU, kader Ansor harus mampu menegakkan nilai – nilai keislaman. Temasuk menyemarakkan peringatan hari – hari besar Islam,” kata Alva. (AT)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »