PILIHAN REDAKSI

152 KPM Terima BLT - DD tahap I di Nagari Limpato Sungai Sariak

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Padang Pariaman Suhatri Bur menghadiri penyerahan bantuan langsung tunai (BLT) dana desa (DD) tahap ...

Advertorial

Pendeta Melatok Ngaku Al-Kitab Tidak Murni: Jujur, Ada yang Ditambah dan Dikurang!

          Pendeta Melatok Ngaku Al-Kitab Tidak Murni: Jujur, Ada yang Ditambah dan Dikurang!
Pendeta Melatok Ngaku Al-Kitab Tidak Murni: Jujur, Ada yang Ditambah dan Dikurang!
BENTENGSUMBAR.COM – Beredar video Pendeta Melatok ngaku Al-Kitab tidak ada yang murni, dirinya menjelaskan bahwa sejujurnya dalam Al-Kitab itu ada yang ditambah dan dikurang isinya.

Selain itu, Pendeta Melatok juga menjelaskan bahwa penulis Al-Kitab itu ada 40 penulis, dirinya menegaskan bahwa tidak semua tulisan itu isinya sama. 

Namun, sang pendeta menegaskan bahwa diantara para penulis Al-Kitab itu tidak ada yang tulisannya saling bertolak belakang.

“Al-Kitab kita yang asli itu namanya Autograf, Autograf itu adalah kitab yang ditulis kurang lebih ada 40 penulis,” ujar Pendeta Melatok menjelaskan.

“40 penulis Al-Kitab itu kebanyakkan tidak saling kenal, tapi dipercaya bahwa Al-Kitab itu para penulis tidak ada tulisannya yang bertolak belakang, itu tidak ada!,” ujar Pendeta Melatok melanjutkan.

Video itu diunggah oleh channel youtube Qaf Media Channel, dengan judul ‘Ini yang Bikin Muallaf Makin Banyak.. Kejujuran P3d3ta Kitab Bible Tidak Suci..?’, sebagaimana dilansir pada Jum’at, 1 April 2022.

“Memang yang jadi masalah di sini adalah, pada waktu Al-Kitab ditulis, pada zaman para penulis sampai sekarang sudah pasti bahwa sudah tidak ada lagi yang itu, yang ada ialah salinan-salinannya,” ujar Pendeta Melatok menjelaskan.

“Misalnya, saya penulis, ibu salin lalu pak Wenpi salin, lalu ada lima orang lagi salin dari pak Wenpi, ada lima orang lagi salin, dari lima orang itu cabang lagi ada sepuluh orang,” ujar Pendeta Melatok melanjutan.

Menurut Pendeta Melatok, setiap tulisan yang disalin, diantara penulis itu besar kemungkinan tidak sama, bahkan memungkinkan juga adanya penambahan dan pengurangan kata-kata atau kalimat dalam tulisan tersebut.

“Dan salinan-salinan itu, sudah pasti akan ada besar kemungkinan yang omongannya tidak sama, misalnya ibu bawa berita dari saya ya, sampai di orang kelima keenam itu sudah masalah itu,” ujar Pendeta Melatok melanjutkan.

“kadang-kadang beritanya jadi lain, ada yang ditambahin, ada yang dikurangin dan lain sebagainya,” ujar Pendeta Melatok melanjutkan.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »