PILIHAN REDAKSI

Bupati Langkat soal Warga Murtad: Tidak Benar Massal, Ini Ada yang Menggoreng!

BENTENGSUMBAR.COM - Bupati Langkat Syah Afandin buka suara soal kabar adanya warga yang murtad di Kabupaten Langkat, Sumatera U...

Advertorial

Sebut Jadi Biang Kerok Aksi Demo, Organisasi Sayap PDIP Desak Jokowi Copot Luhut dan Bahlil

          Sebut Jadi Biang Kerok Aksi Demo, Organisasi Sayap PDIP Desak Jokowi Copot Luhut dan Bahlil
Sebut Jadi Biang Kerok Aksi Demo, Organisasi Sayap PDIP Desak Jokowi Copot Luhut dan Bahlil
BENTENGSUMBAR.COM - Relawan Perjuangan Demokrasi (Repdem), salah satu organisasi sayap PDIP menyoroti Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan dan Menteri Investasi Bahlil Lahadalia atas terjadinya aksi demo besar-besaran Senin 11 April 2022.

Ketum Repdem Wanto Sugito heran kedua menteri yang mewacanakan penundaan Pemilu 2024 itu, belum dicopot.

“Jelas aksi-aksi besar mahasiswa saat ini tak lepas dari wacana sesat yang dibangun oleh Pak Luhut dan Pak Bahlil."

"Saya rasa Pak Presiden jangan hanya mengingatkan mereka saja, ya copot dong, karena sudah tidak bisa seirama dengan Presiden dalam menyampaikan hal-hal strategis ke publik,” ujar Wanto Sugito saat dihubungi wartawan, Senin (11/4/2022).

Politisi muda PDIP mantan aktivis 98 lulusan UIN Syarif Hidayatullah Ciputat ini menegaskan, perilaku mereka pada akhirnya sangat berbahaya, karena memicu kegaduhan politik yang cukup luar biasa.

Soal aksi mahasiswa, kata pria yang akrab disapa Bung Klutuk ini, jangan semua disalahkan Jokowi, meski aksi tak bisa lagi dihindari karena ada pintu masuk isu mereka di lapangan.

Padahal, soal wacana penundaan pemilu, Presiden Jokowi telah tegas tidak setuju atas penundaan pemilu tersebut.

“Bola menjadi liar, karena LBP dan Bahlil."

"Satu-satunya cara, copot saja mereka, jangan kasih jabatan lagi.

"Jelaskan kepada rakyat, bahwa Presiden berani mencopot menteri yang berbeda dengan visi misinya."

"Brutus Istana itu merusak eskalasi politik jelang 2024,” tegasnya.

Wacana penundaan pemilu itu, kata Wanto, sangat berbahaya bagi demokrasi dan amanat reformasi.

“Kenapa negara tidak fokus saja menjelaskan dan mengatasi mahalnya minyak goreng di pasar serta isu isu rakyat lainnya,” tutur Wanto.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »