PILIHAN REDAKSI

Sumbar Perkuat Kerjasama Bilateral RI dengan Kerajaan Hashemite Yordania

BENTENGSUMBAR.COM - Dalam rangka evaluasi dan percepatan Kerjasama Bilateral Kerajaan Hashemite Yordania dengan Pemerintah Prov...

Advertorial

Ustadz Andri Kurniawan Sebut Kemerdekaan RI Didukung oleh Pemimpin Arab: Dilobi oleh Kakek Pak Anies Baswedan

          Ustadz Andri Kurniawan Sebut Kemerdekaan RI Didukung oleh Pemimpin Arab: Dilobi oleh Kakek Pak Anies Baswedan
Ustadz Andri Kurniawan Sebut Kemerdekaan RI Didukung oleh Pemimpin Arab: Dilobi oleh Kakek Pak Anies Baswedan
BENTENGSUMBAR.COM - Penceramah, ustadz Andri Kurniawan menyebut bahwa kemerdekaan Republik Indonesia didukung oleh pemerintah-pemerintah bangsa Arab yang dilobi oleh kakek Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan, HR Baswedan.

Pernyataan itu dingkap Ustdz Andri dalam sebuah video berjudul ‘Ternyata ini Alasan Tidak Boleh Mengndang Ustadz!’ yang diunggah di kanal YouTube Pejuang Islam, seperti dilihat Selasa, 5 April 2022.

Ia menyebut bahwa pemimpin-pemimpin Arab cukup banyak memberikan dukungannya terhadap kemerdekaan Republik Indonesia (RI).

“Semua pemimpin-pemimpin negara Arab setelah dilobi oleh kakek pak Anies Baswedan, H.R Baswedan untuk mendukung kemerdekaan RI. Bukan Cina,” ungkapnya.

Namun pada kenyataannya justru yang terjadi saat ini di Indonesia, Cina seperti diagung-agungkan.

“Dak ada itu Cina mendukung Kemerdekaan Republik Indonesia. Kok sekarang diada-adakan, sampai muncul Statemen ‘gak ada Indonesia kalau gak ada Cina," ungkap Ustadz Andri.

Berdasarkan judulnya, dalam video tersebut Ustadz Andri awalnya membahas isu Ustadz-Ustadz yang disebut radikal dan menjadi perdebatan publik beberapa waktu lalu.

“Presiden kita minta kepada istri TNI/Polri agar tidak mengundang ustadz-ustadz yang radikal. Jadi ustadz yang diundang itu ustadz Islam Nusantara,” tuturnya.

Ia menyebut bahwa pada dasarnya istilah radikal sendiri merupakan sebuah istilah yang sengaja dibuat Cina untuk menjatuhkan umat Islam di Indonesia.

“Stigma radikal itu hanya hantu yang diciptakan oleh Cina untuk menjadikan Islam di Indonesia ini sebagai musuh nomor 1,” tegas Ustadz Andri.

Ustadz Andri juga menyebut bahwa sejarah baru yang diterbitkan saat ini tak lagi menyebutkan tokoh-tokoh muslim yang berjasa terhadap bangsa Indonesia.

Justru buku-buku sejarah yang beredar saat ini menurutnya memuat tokoh-tokoh pemberontak.

Diketahi sebelumnya, beredarnya sebuah gambar hasil tangkapan layar pesan teks Whatsapp grup yang berisi daftar 180 nama penceramah yang disebut terindikasi intoleran dan radikal, viral di media sosial.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »