PILIHAN REDAKSI

Desakan agar Holywings Tutup Permanen Menguat, Hotman Paris: 2.850 Karyawan Beragama Islam

BENTENGSUMBAR.COM - Pengacara kondang dan salah satu investor Holywings, Hotman Paris Hutapea, mengingatkan adanya 3.000 karyaw...

Advertorial

Abdillah Toha Muak Pendukung UAS Mengatasnamakan Umat Islam di Demo Kedubes Singapura: Umat Islam yang Mana?

          Abdillah Toha Muak Pendukung UAS Mengatasnamakan Umat Islam di Demo Kedubes Singapura: Umat Islam yang Mana?
Abdillah Toha Muak Pendukung UAS Mengatasnamakan Umat Islam di Demo Kedubes Singapura: Umat Islam yang Mana?
BENTENGSUMBAR.COM -Tokoh pendiri Partai Amanat Nasional (PAN), Abdillah Toha buka suara soal demo di depan Kedubes Singapura yang dituntut minta maaf pada Ustaz Abdul Somad atau UAS oleh Pertahanan Ideologi Serikat Islam (Perisai).

Abdillah Toha mengaku heran kelompok pendukung UAS tersebut saat demo di depan Kedubes Singapura membawa-bawa ‘umat islam’ kepada publik.

Pasalnya, menurut Abdillah Toha, tidak pantas demo di depan Kedubes Singapura kemudian mengatasnamakan umat islam dihadapan publik.

Sebab kata Abdillah, tidak semuanya umat islam di Indonesia setuju dengan aspirasi yang disampaikan.

Hal itu diungkapkan oleh Abdillah Toha melalui cuitan di akun Twitter @AT_AbdillahToha sebagai tanggapan dari demo pendukung UAS itu di depan Kedubes Singapura.

"Kelompok militan jenis ini selalu mengatasnamakan umat Islam," tulis Abdillah Toha, dikutip Hops.ID pada Sabtu, 21 Mei 2022.

Abdillah Toha bahkan menyinggung umat islam mana yang diatasnamakan pendukung UAS tersebut.

Pasalnya, Abdillah Toha pun sebagai bagian dari umat islam merasa tidak terwakili atas tuntutan kelompok pendemo di Kedubes Singapura itu.

"Tidak jelas umat Islam yang mana. Saya tidak merasa terwakili," jelasnya.

Seperti diketahui, sejumlah kelompok pendukung UAS yang mengatasnamakan Pertahanan Ideologi Serikat Islam (Perisai) melaksanakan aksi demontrasi di depan Kedubes Singapura di Jalan HR Rasuna Said, Kuningan, Jakarta Selatan, Jumat 20 Mei 2022.

Dalam tuntutan, mereka menuntut Pemerintah Singapura melalui Kedubes Singapura di Jakarta untuk meminta maaf kepada pendakwah kharismatik, Ustadz Abdul Somad atau UAS atas insiden ditolak masuk ke negaranya.
Bahkan tak hanya itu, mereka memberi kurun waktu 2x24 kepada Kedubes Singapura untuk segera meminta maaf kepada UAS.

Adapun bilamana tuntutannya tidak diindahkan, mereka meminta Pemerintah Indonesia supaya melakukan peninjauan kembali hubungan diplomatik dengan Singapura.

Sumber: HopsID
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »