PILIHAN REDAKSI

Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto: Orang Minang Harus Bersyukur, Punya Tokoh Sekaliber Andre Rosiade

BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komisi VIII DPR RI Yandri Susanto menyebutkan, Ikatan Keluarga Minang (IKM) beruntung memiliki Andre ...

Advertorial

Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Vladimir Putin yang Mampu Menavigasi dan Visioner Kuat

          Indonesia Butuh Pemimpin Seperti Vladimir Putin yang Mampu Menavigasi dan Visioner Kuat
Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta.
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Umum Partai Gelombang Rakyat (Gelora) Indonesia Anis Matta menegaskan, Indonesia saat ini butuh pemimpin yang mampu melakukan navigasi dalam mengelola krsisis sistemik, sehingga tidak menjadi 'collateral damage'. 

Yakni seorang pemimpin visioner dan kuat seperti Presiden Rusia Vladimir Putin.

"Orang Indonesia itu, selalu mengharapkan pemimpinnya visioner, dan kuat sekaligus, tapi gabungan ini jarang kumpul. Pemimpin seperti ini akan mampu menavigasi bangsa di tengah masalah yang kompleksitas sekarang," kata Anis Matta dalam Buka Puasa Bersama dan Bincang Santai dengan Wartawan di Gelora Media Center, Jakarta, Sabtu (30/4/2022) petang.

Dalam acara yang juga dihadiri Wakil Ketua Umum Partai Gelora Fahri Hamzah, Sekretaris Jenderal Mahfuz Sidik dan Bendahara Umum Ahmad Rilyadi ini, Anis Matta mengatakan, sosok Putin sangat disukai masyarakat Indonesia.

Sebab, Putin berhasil membangun Rusia dari reruntuhan pasca bubarnya Uni Soviet. Bahkan kembali menjadi kekuatan global bisa mengimbangi dominasi Amerika Serikat (AS) dan barat (Uni Eropa).

"Kalau Putin dipuji disini, itu karena kita ingin ada pemimpin seperti itu. Jangan hanya kuat, tapi tidak punya visi atau punya visi, tapi tidak kuat. Harus dua-duanya," ujar Anis Matta.

Anis Matta mengapresiasi Presiden Joko Widodo (Jokowi) keberanian Presiden Rusia Vladimir Putin untuk hadir dalam pertemuan G20 di Bali November 2022 mendatang, kendati diancam bakal diboikot AS dan sekutunya.

"Pembicaraan Presiden Jokowi dengan Putin itu, provokasi besar bagi Amerika, ya memang itu yang harus dilakukan. Seharusnya Indonesia melakukan mediasi dari awal, tidak hanya sekarang," katanya.

Bahkan Anis Matta berpandangan, kebijakan larangan ekspor CPO yang dilakukan Presiden Jokowi, menjadi bagian dalam mengelola situasi krisis dan menavigasi bangsa.

"Kebijakan tersebut, jadi gebrakan dan shock terapy sampai harga normal. Tidak hanya pengusaha yang kena, tapi juga negara-negara di yang tergantung CPO Indonesia. Berbulan-bulan psikologi rakyat rusak akibat minyak goreng. Pemerintah harus mengembalikan kepercayaan rakyat," katanya.

Menurut Anis Matta, dunia saat ini diambang kehancuran akibat krisis sistemik, dimana semua tatanan global mulai kehilangan relevansinya. 

AS sendiri saat ini menghadapi krisis keperceyaan dari sekutunya, sehingga berusaha keras menarik pengaruh Uni Eropa dalam perang Rusia-Ukraina.

Sumber: Poskota
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »