PILIHAN REDAKSI

Hamili 3 Gadis Sekaligus, Seorang Pelajar Dilaporkan Ke Polisi

BENTENGSUMBAR.COM - MD (19), warga Kecamatan Giri Mulya, Kabupaten Bengkulu Utara, Bengkulu, harus berurusan dengan hukum. Pria...

Advertorial

Pendakwah Suparman Abdul Karim: Pemberontak Negara Halal Darahnya, Matinya Jahiliyah

          Pendakwah Suparman Abdul Karim: Pemberontak Negara Halal Darahnya, Matinya Jahiliyah
Pendakwah Suparman Abdul Karim: Pemberontak Negara Halal Darahnya, Matinya Jahiliyah
BENTENGSUMBAR.COM – Sebuah video ceramah dari Pendakwah Suparman Abdul Karim menyebut pemberontak negara halal darahnya dan matinya dalam keadaan jahiliyah, viral di media sosial.

Video ceramah Ustadz Suparman Abdul Karim sebut pemberontak negara halal darahnya itu viral usai diunggah pengguna Twitter RonaldLampard8, seperti dilihat pada Kamis 5 Mei 2022.

Dalam narasi cuitannya, netizen itu menyebut yang dimaksud murtad halal darahnya seperti yang disampaikan Ustadz Suparman dalam video itu adalah mereka yang memberontak kepada negara atau pemerintah yang sah.

“Wajib tahu Nih. Ternyata Maksud “Murtad Halal Darahnya” Itu Bughoh Memberontak Negara/Pemerintah Yang Sah,” cuit netizen RonaldLampard8.

Dilihat dari video itu, tampak Ustadz Suparman Abdul Karim tengah ceramah. Awalnya, ia menyebut hukum di Indonesia saat ini sudah sesuai dengan ajaran syariat Islam.

“Hukum di Indonesia ini sudah sesuai dengan ajaran Islam, sudah sesuai syariat Islam. Jadi nggak perlu kita ragukan sebetulnya,” ujar Suparman.

Lebih lanjut, Suparman pun menyinggung soal orang-orang yang meninggalkan agama dalam artian memberontak kepada negara.

Menurut para ulama, kata Suparman, orang-orang yang memberontak kepada negara atau pemerintahan yang sah tersebut halal darahnya.

“Orang yang memisahkan diri, meninggalkan agama atau merusak Al-Jamaah. Apa itu Al-Jamaah? Negara. Maka ulama mengatakan, memberontak kepada negara, memberontak kepada pemerintah yang sah halal darahnya,” tegasnya.

Ia pun kembali mempertegas, implementasi orang-orang yang meninggalkan agama tersebut yakni mereka yang memberontak kepada pemerintah yang sah.

“Yang dikatakan meninggalkan agama di sini adalah meninggalkan agama dalam implementasi, dalam wujud memberontak kepada pemerintah yang sah,” jelasnya.

Maka dari itu, menurut Suparman Abdul Karim, berdasarkan hadist disebutkan bahwa para pemberontak negara itu matinya dalam keadaan jahiliyah.

“Makanya ada hadist bunyinya begini, ‘barang siapa yang mati dalam keadaan memberontak kepada negaranya sendiri, maka matinya mati jahiliyah’,” ujarnya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »