PILIHAN REDAKSI

Keberaniannya Melebihi Ibu Tien Suharto, Iriana Jokowi Ibu Negara Pertama yang Berkunjung ke Negara Perang

BENTENGSUMBAR.COM - Pengamat militer dan intelijen Ridlwan Habib menganalisis keikutsertaan Ibu Negara Iriana Joko Widodo (Joko...

Advertorial

Bank Dunia Peringatkan Ancaman Resesi Ekonomi, Kecuali Indonesia, DS: Ini Baru Kerja Untuk Rakyat, Bukan...

          Bank Dunia Peringatkan Ancaman Resesi Ekonomi, Kecuali Indonesia, DS: Ini Baru Kerja Untuk Rakyat, Bukan...
Ilustrasi. Bank Dunia Peringatkan Ancaman Resesi Ekonomi, Kecuali Indonesia, DS: Ini Baru Kerja Untuk Rakyat, Bukan...
BENTENGSUMBAR.COM - Penggiat Media Sosial Denny Siregar menanggapi ancaman resesi ekonomi yang bakal dihadapi negara-negara di dunia, kecuali Indonesia yang diingatkan Bank Dunia.

Menurut Denny Siregar, Pemerintahan Indonesia di bawah kepemimpinan Presiden Joko Widodo atau Jokowi betul-betul bekerja untuk rakyat, bukan cuma mengumpulkan piala saja.

"Ini baru kerja untuk rakyat. Bukan cuman ngumpulin piala doang..," ujar Denny Siregar melalui akun twitternya @Dennysiregar7 pada Jumat, 10 Juni 2022.

Dilansir dari CNN Indonesia, Bank Dunia menyebut resesi ekonomi global sudah di depan mata. Bahkan, Bank Dunia pesimis negara-negara di dunia bisa menghindari ancaman kemunduran roda ekonomi tersebut.

Presiden Bank Dunia David Malpass mengatakan resesi ekonomi kali ini disebabkan oleh inflasi yang melonjak tajam di berbagai negara atau disebut juga dengan istilah stagflasi.

"Perang di Ukraina, lockdown di China, gangguan rantai pasokan, dan risiko stagflasi memukul pertumbuhan. Bagi banyak negara, resesi akan sulit dihindari," ungkap Malpass dalam laporan terbaru yang dikutip, Rabu (8/6).

Dalam laporan Global Economic Prospect June 2022 (GEP), Bank Dunia menyebutkan tekanan inflasi yang begitu tinggi di banyak negara tak sejalan dengan pertumbuhan ekonomi.


Bank Dunia melihat penurunan pertumbuhan ekonomi terjadi secara meluas yang tercermin dari pemangkasan yang dilakukan baik di kelompok negara maju maupun berkembang.

Proyeksi pertumbuhan ekonomi pada tahun ini untuk Zona Eropa sebagai episentrum konflik geopolitik mengalami revisi ke bawah dari 4,2 persen menjadi 2,5 persen.

Perkiraannya, pertumbuhan Rusia diprediksi mengalami kontraksi 8,9 persen dan Ukraina kontraksi 45,1 persen.

Pertumbuhan ekonomi dua negara besar, yakni Amerika Serikat (AS) juga dipangkas menjadi 2,5 persen serta China menjadi 4,3 persen pada tahun ini.

Kemudian, negara berkembang juga mengalami penurunan proyeksi ekonomi. Di antaranya, Brasil menjadi 1,5 persen, Rusia menjadi minus 8,9 persen, dan India menjadi 7,5 persen.

Sementara, Indonesia terbilang cukup aman dari ancaman resesi ekonomi ini. Sebab, proyeksi pertumbuhan ekonominya tidak diubah oleh Bank Dunia yang pada tahun ini tetap di level 5,1 persen. (by)
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »