Advertorial

Daerah

Andi Sinulingga Sindir Ahok: Dia Suka Sekali Bicara Gede, seolah-olah Paling Tahu

          Andi Sinulingga Sindir Ahok: Dia Suka Sekali Bicara Gede, seolah-olah Paling Tahu
Andi Sinulingga Sindir Ahok: Dia Suka Sekali Bicara Gede, seolah-olah Paling Tahu
BENTENGSUMBAR.COM – Aktivis Kolaborasi Warga Jakarta (KWJ), Andi Sinulingga melontarkan sindiran kepada Komisaris Utama Pertamina, Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Andi Sinulingga menilai bahwa Ahok sangat suka bicara besar seolah paling tahu serta suka merasa hebat sendiri.

“Dia suka sekali bicara gede, seolah-olah paling tahu, kalau dia pegang semuanya beres,” kata Andi Sinulingga melalui akun Twitter @AndiSinulingga, seperti dikutip terkini.id pada Senin, 11 Juli 2022.

“Merasa hebat sendiri, pejabat-pejabat terdahulu gak becus semua,” sambungnya

Andi Sinulingga menilai bahwa Ahok telah menggaungkan narasi-narasi seperti ini sejak masih menjabat sebagai Guberur DKI Jakarta.

“Narasi-narasi begitu digaungkan terus saat dia menjabat, bahkan narasi Jakarta akan hancur bila dia tak lagi gubernur,” katanya.

Bersama pernyataannya, Andi Sinulingga membagikan berita berjudul “Ahok: Pertamina Merem Pasti Untung, Tapi Harus Diawasi” yang diterbitkan Tempo pada 28 Juni 2020.

Dalam berita tersebut, Ahok mengungkapkan alasannya berkenan ditunjuk oleh Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN), Erick Thohir menjadi Komut Pertamina.

Ahok mengaku ingin membantu sahabatnya, Presiden Joko Widodo alias Jokowi dalam mengawasi kinerja perseroan.

Ia menyebut, pendapatan Pertamina yang mencapai Rp800 triliun atau hampir sepertiga anggaran pendapatan dan belanja negara atau APBN harus selalu diawasi.

“Kalau enggak diawasi dengan baik, direksi enggak punya KPI (key performance indicator),” tutur Ahok dalam wawancara bersama Andy Noya di acara Live Instagram KickAndy Show, Sabtu petang, 27 Juni 2020.

“Sedangkan KPI administratif semua. Ya ada kewajiban, (meski) merem juga untung,” sambungnya.

Selain mengawasi kinerja keuangan perusahaan, Ahok juga ingin memastikan Pertamina memiliki daya saing di lingkup perusahaan internasional.

Ia membandingkan bahwa kinerja perusahaan minyak asal Malaysia, Petroliam Nasional Berhad (Petronas), masih jauh di atas Pertamina.

Menurut Ahok, dalam pemeringkatan perusahaan global sepanjang 2019, Petronas berada di rangking 150-an dalam Global Fortune 500 sedangkan Pertamina bercokol di peringkat 175.

Untuk meningkatkan kinerja sekaligus membenahi Pertamina, Ahok mengaku telah membentuk tim transformer.

Ia mengatakan, tim ini berperan mengoptimalkan potensi pegawai-pegawai muda di perusahaan.

“Kami bentuk tim transformer. Saya meyakinkan anak-anak muda lulusan terbaik untuk gabung di tim transformer di dewan komisaris,” ujarnya.

Ahok mengungkapkan bahwa pada masa lalu, posisi petinggi Pertamina, seperti senior vice president, harus dijabat oleh pegawai yang pengalaman kerjanya lebih dari 20 tahun.

Pengangkatan itu pun dilakukan sesuai dengan golongan karyawan. Dengan tim transformer ini, menurut Ahok, anak-anak muda usia 30-40 tahunan yang memiliki potensi bisa menempati posisi strategis dengan jalan cepat. Bahkan, jabatan tinggi bisa diraih dengan lelang jabatan.

“Sekarang anak muda doktor-doktor yang usianya 30-40 kurang lebih ada 60 persen. Masa depan Pertamina ada, asal mereka mau naik,” katanya.

Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »