Advertorial

Daerah

Komnas Perempuan Minta Semua Pihak Hentikan Publikasi Berisi Spekulasi Terkait Kasus Penembakan di Rumah Dinas Kadiv Propam

          Komnas Perempuan Minta Semua Pihak Hentikan Publikasi Berisi Spekulasi Terkait Kasus Penembakan di Rumah Dinas Kadiv Propam
Komnas Perempuan: Semua Pihak Hentikan Publikasi Berisi Spekulasi
BENTENGSUMBAR.COM - Ketua Komnas Perempuan Andy Yentriyani mengimbau semua pihak agar menghentikan spekulasi peristiwa dalam kasus penembakan Brigadir Nopryansyah Yosua Hutabarat atau Brigadir J di rumah dinas Kepala Divisi Profesi dan Pengamanan Polri Irjen Pol Ferdy Sambo di Jakarta.

"Semua pihak agar menghentikan publikasi yang berisikan spekulasi peristiwa. Sebaiknya menunggu hasil penyelidikan pihak kepolisian maupun Komnas HAM terkait dengan insiden penembakan itu," kata Andy dalam keterangannya di Jakarta, Jumat, 15 Juli 2022.

Selain itu, dia meminta pihak-pihak terkait untuk memastikan perlindungan dan pemulihan bagi pelapor yakni P, istri Ferdy Sambo. Pelapor berinisial P melaporkan tindak kekerasan seksual terhadap dirinya.

Semua pihak diingatkan agar publikasi seputar insiden penembakan itu untuk perhatikan kerentanan berbasis gender yang dihadapi perempuan untuk memastikan pemenuhan hak-hak perempuan pelapor atau korban kekerasan seksual, khususnya dalam aspek pelindungan dan pemulihan.

Andy menambahkan bahwa Komnas Perempuan terus berkoordinasi dan terbuka untuk memberikan asistensi kepada Polri maupun Komnas HAM guna memastikan penyelidikan memperhatikan kerentanan dan dampak peristiwa berbasis gender bagi perempuan berhadapan dengan hukum, baik sebagai saksi maupun korban.

Pada Jumat, 8 Juli, Brigadir J tewas dalam baku tembak dengan Bharada E di rumah dinas Irjen Pol. Ferdy Sambo di Jakarta Selatan. Peristiwa itu diduga dilatarbelakangi terjadinya pelecehan dan penodongan pistol terhadap P, istri Ferdy.

Beberapa saksi di tempat kejadian telah dimintai keterangan, di antaranya istri Ferdy Sambo dan Bharada E, pengawal Sambo. 

Brigadir J disebut sempat memasuki kamar pribadi Sambo kemudian diduga melecehkan istrinya dengan todongan senjata.

Brigadir J menodongkan pistol ke arah kepala istri Ferdy Sambo dan wanita yang ditodong sontak berteriak minta tolong. Teriakan itu membikin panik Brigadir J dan dia langsung lari keluar dari kamar. 

"Mendengar teriakan itu, Bharada E menghampiri dari arah atas tangga," kata Kepala Polres Metro Jakarta Selatan Kombes Pol Budhi Herdi Susianto dalam konferensi pers di kantornya.

"Kemudian Bharada E bertanya ada apa, direspons dengan tembakan oleh Brigadir J. Akibat tembakan tersebut terjadilah saling tembak, dan akibatnya Brigadir J meninggal dunia," katanya. 

Sumber: Viva.co.id
Sebelumnya
« Prev Post
Selanjutnya
Next Post »